KKG PAI Solo Terkesan Cara Belajar Al Qur’an

SYAMSUL A. HASAN Ahad, 21 April 2013 15:48 WIB
5x ditampilkan Nasional

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo tanggal 18 Oktober 2010 kemarin menerima kunjungan studi banding 90 orang dari Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) se-Kota Solo Jawa Tengah. Rombongan yang mengendarai dua bus pariwisata tersebut didampingi Pengawas Dinas Pendidikan dan Koordinator K3S. Rombongan peserta yang tiba di pesantren pukul 9 pagi itu diterima oleh Ka. TU Bidang Pendidikan, Drs. Mahmudi Bajuri dan Kepala Bagian Pendidikan Agama, Drs. Abdullah Busyiri, M.Pd.I.

Pertemuan yang dilaksanakan di auditorium Pesantren dipimpin Kabag Pendidikan Agama yang didampingi Kepala dan Wakil Kepala MI Putra dan Puteri beserta guru pengajar Al-Qur’an. Sambutan Pengurus Pesantren disampaikan oleh Drs.Mahmudi Bajuri, mewakili Kepala Bidang Pendidikan.

Dalam sambutannya Mahmudi memaparkan sejarah pesantren sejak dirintis tahun 1908 oleh almarhumain KHR. Syamsul Arifin dan KHR. As’ad Syamsul Arifin dan didirikan secara formal tahun 1914. Pembantu Rektor II IAII itu juga menjelaskan perkembangan pesantren dan lembaga-lembaga yang dibina mulai RA/TK sampai pascasarjana di Perguruan Tinggi. Di samping itu, tiga Kompetensi yang harus dikuasai oleh semua santri yang akan mengakhiri masa belajarnya disemua jenjang pendidikan, juga dipaparkan, yaitu kompetensi membaca Al-Qur’an, kompetensi membaca Kitab Kuning, dan kompetensi akhlakul karimah. Mahmudi juga menginformasikan jumlah santri baru tahun ini yang mencapai 1700-an lebih, sebagai bukti bahwa Pesantren Sukorejo masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia bahkan sampai luar negeri.

Acara dilanjutkan sambutan dari rombongan KKG PAI, Solo, yang disampaikan oleh Pengawas Dinas Pendidikan Kota Solo, Drs. Sutiyono, M.Pd. Dalam sambutannya Sutiyono menyampaikan bahwa maksud silaturrahim ke Pesantren Salafiyah Syafi’iyah pada awalnya hanya Studi Banding. Namun setelah mengetahui secara singkat tentang Pesantren Sukorejo, pihaknya mengaku tidak sebanding kalau hanya melakukan studi banding. Oleh karena itu ia bertekad sambil ngangsu kaweruh (belajar) dari Salafiyah Syafiiyah.

Acara dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab seputar pesantren dan pembelajaran al-Qur’an. Pertanyaan tentang pesantren dijawab dan dijelaskan oleh Drs. Mahmudi Bajuri dan pertanyaan terkait pembelajarn al-Qur’an dijelaskan lengkap dengan contoh-contoh teknik pembelajaran al-Qur’an oleh Ust. H. Abdul Mu’in Luthfi.

Ketua KKG PAI Kota Solo menyampaikan akan kembali lagi untuk belajar di pesantren, bahkan akan mengirim siswa dan keluarganya nyantri di Pondok Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo