Kiai Fawaid Wafat, Satu Tiang Asta Roboh

SYAMSUL A. HASAN Kamis, 10 Oktober 2013 10:44 WIB
6x ditampilkan Berita

Asta (kompleks makam ahlul bait) Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, direnovasi sejak awal 2013 lalu. Kini pengerjaannya sudah 75 persen.

Wajah baru Asta P2S2 Sukorejo di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, sudah terlihat jelas. Meski belum utuh seratus persen, tapi tampilan bangunan baru di sebelah barat Masjid Jamik Ibrahimy itu sudah mulai terlihat.
Maklum, kuda-kuda bangunan yang seluruhnya menggunakan besi sudah terpasang. Tak lama lagi bisa dipastikan pemasangan atap bangunan akan menyusul. Bagi panitia dan sejumlah warga, hal itu benar-benar sesuatu yang menggembirakan.

Belum lama ini mereka menggelar doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas pembangunan asta yang sudah mencapai 75 persen itu. “Bagi kami, ini sesuatu yang istimewa. Makanya perlu disyukuri,” terang Sekretaris Panitia Renovasi Asta P2S2 Sukorejo, Ghozi Zainuddin.

Syukuran tersebut dilaksanakan secara sederhana. Hanya cukup menggelar karpet di halaman Masjid Jamik Ibrahimy. Hidangan yang disajikan pun sangat sederhana. Bukan hanya panitia dan sejumlah warga yang ikut dalam acara tersebut, para pekerja juga ikut dalam doa bersama itu. “Doa bersama ini sebagai tanda syukur kita karena pemasangan kuda-kuda besi bangunan telah selesai. Berarti, pemasangan genting bisa dilakukan secepatnya dan bisa diselesaikan sebelum musim hujan,” imbuh bapak tiga anak tersebut.

Ghozi mengungkapkan, renovasi Asta P2S2 itu dibiayai secara swadaya, yakni sumbangan alumni dan wali santri serta para simpatisan. Pembangunan kompleks makam yang selalu ramai diziarahi warga itu menelan biaya sekitar Rp 1,3 miliar. “Alhamdulillah, meski dana Rp 1,3 miliar itu bagi panitia tidak kecil, tapi kini sudah bisa berjalan 75 persen. Ini menunjukkan bahwa perhatian alumni dan simpatisan sangat besar,” imbuh Ghozi.

Dia menambahkan, mengingat renovasi itu masih memerlukan waktu panjang dan dana yang tidak sedikit, dia berharap semua pihak yang ingin menyumbang langsung menghubungi panitia langsung. “Sebab, pembangunan ini harus selesai sebelum peringatan satu abad Ponpes Sukorejo,” kata Ghozi.

Sebelumnya, Ketua Pembangunan Asta P2S2 Sukorejo, Ustad Muhyiddin Khatib mengatakan, renovasi asta pendiri, pengasuh, dan keluarga P2S2 Sukorejo, itu dilakukan karena sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. “Waktu Kiai Fawaid wafat, ada cagak (tiang) asta yang sempat roboh,” terangnya.

Bukan hanya itu, kata dia, asta tersebut tidak mampu menampung jumlah peziarah yang datang. Itu juga menjadi penyebab yang juga diperhitungkan. “Itu menuntut adanya perbaikan-perbaikan dan perluasan kompleks asta,” terangnya.

Muhyiddin mengungkapkan, setelah direnovasi, kompleks asta tersebut nanti akan lebih strategis. Sebab, asta tersebut akan dilengkapi fasilitas-fasilitas penunjang yang kian membuat para peziarah nyaman, misalnya akan dibangun tempat transit. “Memang ada permintaan dari peziarah agar disediakan tempat transit. Jadi, sebelum peziarah datang ke asta, mereka transit dulu di tempat itu untuk berwudu, mandi, atau ganti baju bagi mereka yang datang dari jauh,” terangnya.

Selain tempat transit, fasilitas keamanan juga diutamakan bagi para peziarah. Nanti akan disediakan tempat penitipan barang. Sebab, ada peziarah yang bermalam dua hingga tiga malam untuk mengkhatamkan Alquran di asta. Bukan hanya tempat transit dan keamanan, pondok pesantren juga memberikan fasilitas berupa pengenalan pondok pesantren dan segala fasilitasnya, termasuk perpustakaan yang dilengkapi museum yang memiliki nilai sejarah perjalanan P2S2 Sukorejo. (pri/als)

(Sumber: Jawa Pos Radar Banyuwangi)