Naufal dan Kefokusannya terhadap Bahasa Inggris

SYAMSUL A. HASAN Ahad, 13 Oktober 2013 11:15 WIB
6x ditampilkan Figur

Achmad Naufal Chaliqi begitulah nama lengkapnya, yang beberapa waktu lalu meraih juara I lomba tulis dan pidato Bahasa Inggris SMA-SMK tingkat kabupaten situbondo. Memang, dalam dunia Bahasa Inggris buah hati dari pasangan Abdul Chaliq dengan Sitiyana Fartha ini tidak diraguakan lagi kemampuannya. dengan kecapakannya dalam berbahasa inggris inilah yang membuat pihak SMA Ibrahimy kembali mempercayakannya untuk menjadi wakil sekolah untuk mengikuti debat Bahasa Inggris tingkat Provinsi yang pelaksanaannya akan berlangsung waktu-waktu dekat ini. Tentu, kemampuan yang dimiliki Achmad Naufal Chaliqi ini tidak didapatklan dengan waktu yang cepat atau bim salabim abrak kedabrak.

Lalu apakah kunci kesuksesan Naufal dalam berbahasa Inggris seperti sekarang ini?

Menurut pengakuannya saat ditanya salaf, ternyata siswa SMA Ibrahimy ini dulu tidak senang dengan Bahasa Inggris. Pada saat masih duduk dibangku SD maupun di SMP, saat ada pelajaran Bahasa Inggris dikelas, ia lebih memilih pulang atau tidur dikelas atau bahkan bermanja-manja dikelas. Baginya waktu itu, Bahasa Inggris adalah satu-satunya pelajaran yang menyebalkan dan pelajaran yang paling sulit dipahami.

Gayung bersambut, pada saat ia akan menaiki kelas 3 SMP, Naufal akhirnya terbuka hatinya untuk mempelajari Bahasa Inggris. Saat itu ia hanya takut tidak lulus Ujian Nasional karena memang Bahasa Inggris adalah salah satu syarat untuk bisa lulus ujian. Dengan alasan itulah ia memutuskan untuk mengikuti kursus yang diadakan oleh English Students Association (ESA), salah satu lembaga pengembangan Bahasa Asing yang dimiliki Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo. Dengan bergabungnya di ESA inilah yang membuat lelaki yang bercita-cita menjadi dokter ini kemudian sangat senang dan gemar terhadap bahasa dunia ini. Bahkan saat itu ia baru sadar kalau ternyata Bahasa Inggris itu sangat mudah dan asyik untuk dipelajari. Menurutnya, mempelajari Bahasa Inggris adalah hal yang sangat menyenangkan jika disertai dengan rasa senang. Jika orang tersebut senang dalam berbahasa inggris, tambahnya, maka ia akan cepat mahir dalam memahami Bahasa Inggris. Selain rasa senang, tambah Pimred Buletin the Voice of English Camp (VEC) ini, kunci keberhasilan dalam berbahasa Inggris adalah mengahapal kosakata (vocabulary) dalam Bahasa Inggris sebanyak-banyaknya. Dengan menghapal kosakata inilah, seseorang akan cepat mahir dalam berbahasa Inggris. Hal itu lah yang saat mulai masuk di ESA sampai saat ini yang terus Achmad Naufal Chaliqi lakukan. Ia mengaku, kemana pun ia pergi, pasti ia ditemani dengan coretan-coretan kecil yang berisikan kosakata Bahasa Inggris.

Selain giat dalam mengahapalkan kosakata, menurut Naufal, jika seseoarng ingin mahir dalam berbahasa Inggris, maka yang bersangkutan harus mengikuti kursus. Baginya, pelajaran Bahasa Inggris yang diterima di Kelas tidak mendukung untuk bisa berbahasa Inggris. Terbuktti banyak siswa yang sudah bertahun-tahun menerima pelajaran Bahasa Inggris, tapi tetap saja tidak membuatnya bisa berbahasa Inggris. (Habibul Adnan)

(fhoto Figur sebelah kanan)