Menteri Agama Luncurkan I-Santri di Sukorejo

SYAMSUL A. HASAN Selasa, 29 November 2016 20:50 WIB
12x ditampilkan Berita

Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI, kemarin meluncurkan aplikasi iSantri dan Santri Digital Corner di Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Menurut Menteri Agama, Ma’had Aly harus dipahami sebagai wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi. Tantangan keulamaan dan kekiaian semakin kompleks. Di samping penguasaan khazanah keislaman, ulama sekarang dituntut dapat merespon perubahan sosial yang diakibatkan kecanggihan teknologi, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan arus globalisasi. Karena itu, kehadiran “i-Santri sebagai salah satu bentuk kehadiran dan dukungan pemerintah terhadap eksistensi Mahad Aly,” ujarnya.

 

i-Santri merupakan aplikasi sosial media berbasis kitab kuning dan buku-buku referensi lainnya dalam bentuk digital yang dilengkapi digital library. Aplikasi ini menyediakan banyak buku dan kitab kuning yang dapat dipinjam dan dibaca oleh santri maupun masyarakat umum secara digital. Aplikasi ini merupakan hasil kerjasama Kemenag dengan Perpustakaan Nasional dan Aksaramaya. “i-Santri dapat memberi akses yang mudah bagi para santri, masyarakat umum, sehingga muncul ruang diskusi dan pengembangan literasi santri, mahasantri, dan lain sebagainya,” ungkap Menag.

 

Selain di Sukorejo, i-Santri juga akan dikembangkan di 12 Mahad Aly lainnya. Menag berharap, i-Santri Digital corner di 13 Ma’had Aly ini nantinya bisa menjadi instrument bagi penguatan tradisi akademik tafaqquh fiddin, sekaligus menegaskan kembali relasi ajaran Islam dengan perkembangan sosial, politik dan budaya.

15181373_1019731001486751_6212754550586044405_n

Ada 13 digital corner yang akan beroperasi di 13 Mahad Aly, diantaranya, Mahad Aly Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Ma’had Aly As’adiyah (Sulawesi Selatan), Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (Kalimantan Selatan), Ma’had Aly Hasyim Asy’ary (Jombang, Jatim), Ma’had Aly at-Tarmasi (Pacitan, Jatim), Ma’had Aly Maslakul Huda (Pati, Jateng), Ma’had Aly Iqna’ at-Thalibin (Jawa Tengah), Ma’had Aly Hikamussalafiyyah (Jawa Barat), dan Ma’had Aly Miftahul Huda (Jawa Barat). Selain itu juga Ma’had Aly Sa’idussidqiyyah (DKI Jakarta), Ma’had Aly Syeikh Ibrahim (Jambi), Ma’had Aly Sumatera Thawalib (Sumatera Barat), dan Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya (Aceh),

 

 

Selain itu juga akan dirilis Santri Digital Corner adalah aplikasi sosial media berbasis buku dan kitab digital, dilengkapi dengan digital library. Aplikasi ini berisi beragam kitab, buku pelajaran, buku sains dan buku penunjang lainnya yang bisa dipinjam dan dibaca oleh Santri/siswa untuk belajar mandiri serta memperkaya pengetahuan. Digital corner ini nantinya akan menunjang aktifitas belajar mengajar santri dan tempat bagi para santri untuk mengakses iSantri.

 

Digital corner ini akan menjadi media dan penunjang kegiatan belajar mengajar para santri, karena merupakan dynamic library yang disediakan di area Pondok Pesantren/Madrasah (dalam dan luar gedung perpustakaan) untuk memberikan akses kepada para Santri, sekaligus menjadi ruang untuk diskusi dan pengembangan literasi Santri dan guru. Aktivitas yang bisa dilakukan di iSantri Digital Corner ini antara lain: Baca e-book lewat iSantri, diskusi seputar buku yang sedang dibaca, serta pelatihan dan workshop.

Selain merilis iSantri Digital Corner, Menag secara simbolis juga akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahap II kepada santri Salafiyah Syafiiyah. Ada sekitar 91 ribu 448 KIP yang dibagikan pada tahap II ini kepada para santri yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Sementara itu, Kiai Azaim, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah mengatakan, aplikasi iSantri ini diharapkan banyak kemudahan pustaka ilmuan para ulama salaf, karena tulisan aslinya semakin langka atau ada upaya pengubahan secara tektual yang berujung pada pola pikir pemahamannya.

Tantangan ini, kata Azaim Ibrahimy, sebenarnya sudah terjadi pada abad silam, dimana ketika masa kitab suci Injil dan Taurad yang mengalami perubahan atas ulah manusia.

“Upaya keras untuk mengembalikan pustaka keilmuan sebagai mana aslinya ini bentuk jihad. Maka dengan menjaga turof ilmu ulama merupakan jihad,” kata Kiai Azaim dalam sambutannya.

“Semoga dengan aplikasi iSantri memberikan kemudahan, terutama pustaka yang bisa menjadi kajian utama tentang keislaman,” jelasnya.

 

Selain acara rilis iSantri tersebut, selama 3 hari  akan dilaksanakan pertemuan Majelis Masyayikh Ma’had Aly dan Workshop Penguatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Ma’had Aly Se-Indonesia.