Zadu Az-Zaujayn, Kado Nyai Zainiyah Untuk Calon Pengantin

SYAMSUL A. HASAN Sabtu, 9 Desember 2017 07:35 WIB
123x ditampilkan Wasiat Kyai

Kitab Zadu Az-Zaujayn merupakan kitab yang diajarkan Nyai Zainiyah As’ad kepada para santriwati, terutama ustadzah yang akan melangsungkan pernikahan. Tradisi ini, sekarang diteruskan oleh Nyai Uswatun Hasanah, Pemangku Asrama Nurul Qoni’ sekaligus salah satu puteri Nyai Zai. Jadi semacam “konseling” model pesantren yang dilaksanakan ibu nyai kepada para santrinya.

Menurut Nyai Zai, banyak pasangan suami-istri yang gagal menggapai rumah tangga sakinah karena mereka tidak mengetahui kepada syarat-syarat dan tatakrama dalam berumah tangga. Karena itu, hendaknya setiap calon atau pasangan suami-istri mengembangkan karakter kepribadian yang ideal dalam rumah tangganya.

Kitab Zadu Az-Zaujayn merupakan salah satu karya Nyai Zainiyah, putri sulung KHR. As’ad Syamsul Arifin dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Zadu Az-Zaujayn dinukil dari kitab Uqud al-Lujjayn. Kalau kitab aslinya terdiri dari lima pasal namun dalam kitab karya Nyai Zai ini hanya dua pasal; yaitu pasal tentang hak-hak seorang istri (kewajiban suami) dan pasal tentang hak-hak suami (kewajiban istri). Kitab Zadu Az-Zaujayn juga dilengkapi dengan syair berbahasa Indonesia yang memuat sopan santun suami, sopan santun istri, dan tentang mendidik anak. Kitab setebal 86 tersebut berbahasa Arab dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan huruf pegon dan huruf latin.

Dalam perspektif konseling, kitab Zadu Az-Zaujayn dapat dikatagorikan sebagai salah satu materi dalam konseling perkawinan. Kitab Zadu Az-Zaujayn dapat diadopsi sebagai konseling perkawinan yang khas pondok pesantren. Di dalam kitab tersebut terdapat beberapa nilai kepribadian yang harus ditumbuhkembangkan oleh calon dan pasangan suami-istri dalam membentuk keluarga sakinah. Misalnya, karakter kesabaran dan penampilan diri yang harus menarik dan selalu berseri-seri di hadapan pasangannya.

 

Para wanita tiap harinya/haruslah taat ke suaminya

Berseri-seri wajah mukanya/menghadap suami tiap tingkahnya

Bermuka masam pada suami/inilah istri yang dimurkai

Murka Allah dan malaikat/akan terpukul yang tidak tobat….

 

Hati-hatilah jadi suami/apa yang wajib terhadap istri

Dhahir dan batin wajib nafkahnya/terhadap istri jangan tinggalkan

Tempat tinggalnya disediakan/walaupun sewa atau pinjaman

Yakni tak wajib memilikkannya/dan wajib pula beri khadamnya

 

Para dosen yang terkumpul dalam “Pusat Pengembangan Psikologi dan Konseling Berbasis Pesantren” sekarang sedang mengadakan kajian terhadap isi kitab tersebut. Sebab isinya dinilai sangat relevan dengan konseling perkawinan dan konseling keluarga. Hasil risetnya nanti, akan dipresentasikan dan dipublikasikan dalam beberapa forum akademis keilmuan. Sehingga kearifan lokal pesantren dalam bidang konseling perkawinan akan diketahui oleh beberapa akademisi lainnya, khususnya akademisi non pesantren. Di samping itu, sebagai pengembangan dalam matakuliah BK Perkawinan dan BK Keluarga di Fakultas Dakwah. Sehingga mahasiswa Fakultas Dakwah kelak memiliki pengetahuan tentang konseling yang berasal dari Barat sekaligus yang digali dari nilai-nilai kepesantrenan. “Kita menjaga kitab-kitab warisan guru kita sekaligus mengembangkannya sesuai dengan latar belakang keilmuan kita,” papar salah seorang peneliti.