Al-Risâlah al-Maimûnah, Kitab Politik Kiai As’ad

SYAMSUL A. HASAN Rabu, 13 Desember 2017 08:22 WIB
212x ditampilkan Wasiat Kyai

Kitab ini  setebal 32 halaman, berukuran 16 x 20,5 cm.  Kitab ini ditulis pada tgl 1 Syawal 1374 H, aslinya berbahasa Madura huruf Arab. Namun pada 1 Ramadlan 1408, sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Kitab yang dikemas dalam bentuk tanya jawab ini, berisi pandangan-pandangan Kiai As’ad dalam masalah politik. Rupanya, buku ini untuk menjawab perbagai persoalan masyarakat di sekitar Partai NU dan Pemilu.

Kiai As’ad menyuruh kita waspada terhadap teman-teman yang sering berdusta—baik berdusta dengan perkataan maupun tingkah laku—terutama teman politisi, Mengapa? Karena politisi tersebut dunianya lain, alam politik. Sedang politik tersebut penuh tipu daya, sebagaimana Sabda Nabi, “Setiap perjuangan politik adalah tipu daya (Al-harb khid’ah)”

Kiai yang mengaku bukan politisi ini, menggolongkan politik menjadi tiga macam. Pertama, politik Islam yaitu politik yang berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits lalu ditafsirkan dengan qiyas dan ijma’ ulama yang dijalankan semata-mata mencari keridlaan dan menjauhi larangan-larangan Allah.

Kedua, politik non Islam yaitu politik yang dijalankan oleh orang-orang yang anti Nabi, sahabat, dan ulama; tujuannya untuk merusak agama Islam.

Ketiga, politik non Islam tapi dijalankan meniru tingkah laku nabi, sehingga seolah-olah politik Islam (karena sering membaca sejarah Nabi). Karena itu umat Islam yang awam politik, mudah ditipu, dipancing, disanjung, dan akhirnya ditunggangi. Setelah tujuan politiknya tercapai, mereka ditinggalkan, dicaci-maki, dicari-cari kesalahannya bahkan lalu dipenjara.