Nyai Sa’ Meminta Berhati-hati Menggunakan Media Sosial

SYAMSUL A. HASAN Senin, 1 Januari 2018 13:43 WIB
1151x ditampilkan Berita

Masyarakat, khususnya kawula muda, diharapkan agar berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai media sosial tersebut malah membuat celaka diri sendiri. Jangan melecehkan orang lain; apalagi ulama dan orang-orang penting. Kasihilah diri sendiri dan keluarga.

 

Himbauan tersebut, disampaikan Ny. Hj. Isya Iyah, salah satu putri K.H.R. As’ad Syamsul Arifin melalui akun facebooknya. Nyai Sa’ menyampaikan itu karena merasa prihatin terhadap beberapa orang yang meringkuk dalam penjara gara-gara media sosial. Termasuk nasib yang baru saja menimpa EW, yang dianggap menghina Kiai Azaim.

 

Berikut nasihat Nyai Sa’:  

Ingat
Lain kali hati hati menggunakan media sosial...
Melihat dari kejadian yg terjadi selama ini..
Yang menggunakan media sosial untuk melecehkan ulama para orang orang penting
Ingat kalau gak tau berbicara jangan berbicara
Kalu gkg tau jalan jangan keluar
Kalau hanya tau sisi negatif pasti akan celaka
Karena panjang nya jalan tidak sebanding dengan luas dan panjang lidah mu...
Ingat
Jangan berbicara sok tinggi lihat orang yg di bicarakan
Dan pahami apa sebab akibat sebelum anda bertingkah..

 

Sementara itu, Lora Fadlail, sekretaris Pesantren Sukorejo; menyampaikan beberapa hasil pertemuan antara Kiai Azaim dan EW yang disaksikan Kapolres Situbondo dan pengurus pesantren, antara lain:

1.      EW membenarkan telah memposting ujaran tidak patut di media sosial.

2.      Dampak dari postingan tersebut,  ada reaksi dari masyarakat dan umat yang menunjukkan ketidakterimaannya;

3.      EW telah menyadari kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan;

4.      EW meminta maaf kepada K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy;

5.      K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy telah memaafkan EW, bahkan sebelum yang bersangkutan meminta maaf kepada KHR. Ach. Azaim Ibrahimy;

6.      EW diduga kuat merupakan delik pidana sebagaimana diatur UU ITE;

7.      Peristiwa pidana tersebut merupakan ranah kepolisian untuk menindaklanjutinya

8.      Kapolres Situbondo berkomitmen untuk memproses secara hukum.

 

Ra Fadhail meminta kepada alumni, simpatisan, dan masyarakat lainnya untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban yang ada.