Peringati Haul Majemuk, Terbitkan Tiga Buku (Bag. I)

SYAMSUL A. HASAN Sabtu, 27 Januari 2018 08:13 WIB
617x ditampilkan Berita

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo untuk memperingati Haul Majemuk kali ini dengan menerbitkan tiga buah buku. Penerbitan tiga buku ini untuk meneladani dan mewarisi jejak para masyayikh Salafiyah Syafi’iyah dalam bidang kepenulisan yang hampir terlupakan. Di samping itu, untuk kian memperkokoh ikatan ruhaniyah dengan para masyayikh dengan cara membaca sejarah hidup, syarah peninggalan, dan warisan keilmuan mereka.

 

Barangkali yang nyaris terlupakan, para masyayikh Sukorejo telah menghasilkan beberapa karya tulis. Misalnya, K.H.R. As’ad Syamsul Arifin telah menghasilkan puluhan kitab. Begitu pula, Ibu Nyai Zainiyah As’ad telah menghasilkan puluhan kitab yang sudah diterbitkan maupun yang belum diterbitkan.

 

Ketiga buku yang diterbitkan pada Haul Majemuk kali ini yaitu: buku “KIAI FAWAID AS’AD: Kepribadian, Pemikiran, dan Perilaku Politik” karya K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy dan Samsul Arifin; buku “Syarah ‘Aqaid Saeket Li Syaikhoin Jalilain K.H.R. Syamsul Arifin Ruham dan K.H.R. As’ad Syamsul Arifin” karya para santri Ma’had Aly Situbondo angkatan ke-9; dan buku “Membangun Nalar Islam Moderat” karya K.H. Afifuddin Muhajir.

 

Bagi almarhum K.H.R. Ach. Fawaid As’ad (Pengasuh III Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo) politik merupakan bagian dari dakwah dan perjuangan untuk kemaslahatan umat. Bagi dirinya, bukanlah soal status jabatan dan level tingkatan di mana dia berpolitik—tapi yang terpenting—sejauhmana ia dapat berperan nyata dan mampu menggunakan seluruh potensinya untuk kemashlahatan. Politik bagi dirinya, bukan soal tercapainya kemenangan tapi suatu proses ikhtiar keras dalam perjuangan untuk kemashlahatan. Karena itu, ia tetap tulus berjuang tanpa beban; walaupun ia bermain politik di tingkat lokal dan kerap kalah dalam pertarungan politik yang penuh dengan intrik dan tipu daya.

 

Buku ini mengurai interaksi Kiai Fawaid dan masyarakat lingkungannya dalam politik keumatan, politik kebangsaan-kenegaraan, dan politik praktis; dengan pendekatan psikologi politik. Biografi dengan pendekatan psikologi politik, tergolong langka dan merupakan sesuatu yang baru di Indonesia; apalagi biografi politik seorang kiai.

 

Penulis mengungkap kepribadian, pemikiran, dan perilaku politik Kiai Fawaid. Kredibilitas kepribadian Kiai Fawaid, sebagai pemimpin politik diurai secara mendalam. Sesungguhnya kepribadian politik merupakan hasil perpindahan area pribadi ke wilayah publik. Perilaku politik juga sangat ditentukan oleh interaksi dan pergulatan dalam kepribadian sang politisi itu sendiri.

 

Buku ini juga mengungkap beberapa tindakan Kiai Fawaid yang dianggap kontroversial. Misalnya, ia dan ribuan santri Sukorejo menutup Balitas, jalan Pantura selama 30 jam! Ia menempuh jalan berbeda (yang terkesan melawan) dengan kedua orang yang sangat dihormati dan disayanginya. Sang penulis mencoba memahami tindakan-tindakan Kiai Fawaid tersebut dengan pendekatan psikologi, bukan “emosi”. Sehingga diharapkan pembaca mendapatkan inspirasi yang mencerahkan, bukan tindakan menyalahkan!

 

Kedua penulis buku ini mengurai dengan gaya ilmiah populer; penuh deskripsi, mengutip banyak petuah dan nasihat berharga Kiai Fawaid, dan diselingi dengan humor serta dilengkapi dengan foto berwarna. Sehingga ketika Anda membaca buku setebal 422 halaman, begitu mengalir dan mengasyikkan serta mencerahkan!

 

Buku “Kiai Fawaid As’ad: Kepribadian, Pemikiran, dan Perilaku Politik” ditulis oleh dua penulis pesantren terkenal. Kiai Azaim, Pengasuh Pondok Sukorejo yang juga seorang penulis yang sudah menghasilkan beberapa karya tulis. Syamsul, penulis buku “Kharisma Kiai As’ad di Mata Umat” dan 8 buku lainnya tentang Pondok Sukorejo. 

 

Semoga BIOGRAFI KIAI FAWAID ini bermanfaat dan barokah! Semoga menginspirasi dan mencerahkan! Tentu, setelah Anda membeli dan membacanya.