Presiden Minta Menjaga Persatuan

SYAMSUL A. HASAN Ahad, 4 Februari 2018 05:49 WIB
369x ditampilkan Berita

Presiden Indonesia, Joko Widodo kemarin mengadakan silaturrahim dan menghadiri Haul Majemuk Masyayikh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Presiden Jokowi menilai, KHR. As’ad Syamsul Arifin, salah satu pendiri dan pengasuh kedua Pondok Sukorejo memang sangat layak untuk menerima gelar Pahlawan Nasional. Karena perjuangan, pengabdian, dan pemikiran Kiai As’ad sangat berjasa kepada bangsa Indonesia. Karena itu, ketika ia diundang ke Pondok Sukorejo, ia menerima dengan senang hati. “Saya ingin mengetahui langsung para santri Sukorejo, yang mewarisi perjuangan dan pengabdian Kiai As’ad,” imbuhnya.

 

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia sekarang menjadi sorotan dunia karena keberhasilannya dalam menjaga persatuan dan mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin di tengah-tengah masyarakat yang beragam. Indonesia terdiri dari 714 suku dengan bahasa dan budaya yang berbeda namun tetap menjunjung tinggi persatuan. “Presiden Afganistan kaget ketika saya bilang, Indonesia terdiri dari 714 suku. Ia bilang, Indonesia termasuk Negara yang besar. Di Afganistan saja, terdiri dari 7 suku dan ketika terjadi konflik, sangat sulit untuk diatasi,” tutur presiden.

 

Presiden bangga karena rakyat Indonesia menjunjung tinggi persatuan dan persaudaraan. Ada ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Ini tentu juga karena andil besar para ulama dalam menjaga ukhuwah, termasuk kiai Pondok Sukorejo. Karena itu Presiden Jokowi meminta kalangan pesantren tetap menyemai dan menyuburkan persatuan.

 

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menandatangani prasasti alih status Perguruan Tinggi Ibrahimy dari Institut dan Akademi menjadi Universitas Ibrahimy.