Menristek: Universitas Ibrahimysebagai Alternatif untuk Kuliah dan Nyantri

SYAMSUL A. HASAN Selasa, 27 Februari 2018 08:48 WIB
132x ditampilkan Berita

Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak, mengimpikan Universitas Ibrahimy sebagai alternatif masyarakat untuk menguliahkan sekaligus menyantrikan anak-anaknya. Ia sejak lama berharap pondok pesantren sebagai tempat untuk menimba ilmu-ilmu keagamaan sekaligus tempat belajar sains yang kondusif. Ia meminta agar kita menyeimbangkan antara ilmu-ilmu duniawi dan ukrowi. “Saya berharap mahasiswa memiliki kualitas keilmuan sekaligus hati yang beriman,” imbuhnya.

 

Impian Menristek Dikti tersebut disampaikan pada acara Tasyakuran atas penyatuan dan perubahan IAI Ibrahimy, Amik Ibrahimy, Aperik Ibrahimy, dan Akbid Ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy, kemarin. Pada acara tersebut, Menristek Dikti menyerahkan SK Universitas Ibrahimy dan memberikan 20 beasiswa untuk mahasiswa baru Universitas Ibrahimy.

 

Dengan perubahan nama tersebut, diharapkan Universitas Ibrahimy kian tumbuh pesat. Harapan senada, juga disampaikan Dr. (Hc) A. Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB, yang memberi sambutan sebelum menristek dikti. Perubahan nama baru tersebut, diharapkan memberi semangat baru untuk memajukan pendidikan. Cak Imin berharap, semoga Universitas Ibrahimy lebih kencang lagi untuk menatap masa depan. “Insyaallah dari tempat ini akan muncul bibit-bibit kader bangsa. Karena Sukorejo telah berhasil melahirkan pahlawan nasional,” imbuh Cak Imin.

 

KH. Abdullah Syamsul Arifin, yang menjadi penceramah pada acara tasyukuran juga berharap demikian. Ia berharap Universitas Ibrahimy akan mempercepat proses lahirnya para ulama. Karena Universitas Ibrahimy memiliki modal besar untuk melahirkan ulama. Universitas Ibrahimy memiliki tradisi kuat keagamaan karena dilahirkan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan tradisi intelektual yang bagus karena memiliki kampus yang mengajarkan sains.

 

Menurut Gus Aab, sapaan Kiai Abdullah, modal untuk memajukan Universitas Ibrahimy, antara lain: Universitas Ibrahimy didirikan oleh Kiai As’ad Syamsul Arifin. Universitas Ibrahimy juga memiliki atmosfir akademik, yaitu ditunjang dengan harmonisasi sosial yang tinggi. “Universitas Ibrahimy memiliki kearifan lokal, yaitu kharismatik kiai. Semua unsur di Universitas Ibrahimy akan patuh kepada kiai,” imbuhnya.

Kiai Azaim, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo pada sambutannya, mengucapkan terima kasih dan sangat berbahagia. Karena pada hari itu, hari yang membawa barokah bagi Pondok Sukorejo. Kiai Azaim mengatakan, pada saat kunjungan Menristek Dikti yang pertama ke Pondok Sukorejo, menteri mengatakan pada kunjugan yang kedua kelak IAI Ibrahimy akan berubah menjadi universitas. “Alhamdulillah ternyata sekarang terbukti. Memang ucapan yang baik dapat menjadi doa dan menentukan masa depan kita,” ungkap Kiai Azaim.

 

Kiai Azaim mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI yang telah meresmikan Universitas Ibrahimy, Menristek Dikti, Dirjen Pendis Kemenag, Muhaimin Iskandar, Muhammad Romahurmuziy, Pemprop, DPRD I, Kopertis dan Kopertais IV, Keluarga besar dan pengurus pesantren, tim dan civitas akademika Ibrahimy serta seluruh pihak yang membantu proses perubahan Universitas Ibrahimy.