Iksass Berikhtiar untuk Berkhidmah Menjaga Warisan Perjuangan

SYAMSUL A. HASAN Kamis, 29 Maret 2018 05:29 WIB
377x ditampilkan Berita

Pengurus Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (Iksass) Sukorejo Situbondo diharapkan berikhtiar seoptimal mungkin untuk selalu berkhidmah menjaga warisan perjuangan. Pengurus Iksass harus berangkat dari semangat perjuangan zaman Rasulullah, yaitu mencari sahabat yang lama tak jumpa sambil merawat keakraban dengan sahabat yang ada. Karena itu, pengurus Iksass jangan disibukkan dengan organisasi yang mengatasnamakan alumni yang ‘menyimpang’ tapi harus tetap fokus membawa mayoritas alumni agar tetap berkembang.

 

Demikian salah satu nasihat KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Sukorejo pada acara Pra Mubes Iksass di Pondok Pesantren Darussalam Kalibaru Banyuwangi, kemarin. Acara tersebut diikuti oleh jajaran majelis syuri, majelis tanfidzi, dan dewan pakar selama dua hari.

 

Menurut penilaian Kiai Azaim, terdapat tiga karakteristik alumni Sukorejo; yaitu tipe alumni militant, biasa, dan bermasalah. Pengurus Iksass diharapkan memberi perhatian khusus kepada alumni yang bermasalah. “Karena itu, pengurus Iksass disyaratkan bukan alumni yang bermasalah. Mana mungkin ia mampu menyelesaikan alumni yang bermasalah kalau ia sendiri bermasalah,” imbuhnya.

 

Kiai Azaim mengakui, beliau bukan kader yang dipersiapkan secara matang oleh Kiai Fawaid, sebagaimana Kiai As’ad mempersiapkan Kiai Fawaid untuk menjadi penerus kepemimpinan di Pondok Sukorejo. Karena Kiai Azaim menjalani tugas belajar. “Tapi pendampingan kader, bukan hanya pendampingan secara fisik dan terlibat langsung, tapi bisa juga secara ruhaniyah,” tuturnya.

 

Acara Pra Mubes tersebut meliputi pembahasan draf AD/ART, langkah-langkah strategis Iksass, dan rapat persiapan Mubes dengan panitia lokal. Kemudian PP Iksass mengadakan kunjungan silaturrahim ke sekolah alam Genteng asuhan Mr. Farid dan Pondok Pesantren Kiai Mistari Sempu. Di sekolah alam, Kiai Azaim memberikan nasihat yang berisi motivasi-motivasi kepada santri-santriwati.