Kiai Afif: Jabatan Untuk Mencapai Ridha Tuhan

SYAMSUL A. HASAN Kamis, 5 April 2018 08:40 WIB
262x ditampilkan Berita

Jabatan publik dapat menjadi sarana untuk mengantarkan seorang pejabat ke pintu gerbang ridhallah dan kebahagiaan di akhirat. Jabatan publik tersebut hendaknya menjadi perbuatan baik sang pejabat untuk membuat kebijakan yang mengacu pada kemaslahatan rakyat; mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan; serta menciptakan suasana aman, tentram, dan kondusif.

Demikian salah satu nasihat KH. Afifuddin Muhajir, Wakil Pengasuh Bidang Ilmiah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, kemarin saat menerima visitasi 30 peserta Diklat Kepemimpinan Tk IV Angkatan 190 tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Situbondo. Peserta tersebut melakukan visitasi pilar-pilar kebangsaan ke makam Pahlawan Nasional asal Situbondo, KHR. As’ad Syamsul Arifin. Setelah itu, mereka bersilaturrahim untuk menggali nilai-nilai kepemimpinan dari Kiai As’ad.

Menurut Kiai Afifi, dengan ibadah-ritual yang pas-pasan, pejabat dapat dengan mudah masuk surga dan mendapatkan ridhallah, asal dia melaksanakan amanah publik dengan sebaik-baiknya. Kiai Afif mencontohkan, seorang pengawai kantor yang memiliki waktu terbatas untuk beribadah tapi memegang teguh amanah publik yang diberikan kepadanya. Setelah melaksanakan shalat fardhu dan sunnah ba’diyah, dia harus segera kembali ke kantor untuk melanjutkan tugas-tugas kantor. Menjadi pegawai kantor yang baik dan bertanggung jawab –dengan mengikuti aturan-aturan kantor— lebih baik bagi orang itu daripada berlama-lama di mesjid atau mushalla meski untuk membaca Alqur’an. “Bahkan berlama-lama di mesjid atau mushalla jika menyebabkan tugas-tugas di kantor terbengkalai termasuk pengkhianatan dan perbuatan dosa,” imbuhnya.

Kiai Afif juga mengatakan, untuk memperbaiki negara harus dimulai dari memperbaiki diri kita sendiri. Kita harus berubah dan kita harus berani untuk berbuat jujur.

Dalam pandangan Kiai Afif, kepemimpinan Kiai As’ad menggunakan pola pendekatan yang menyeimbangkan rasionalitas dan spritualitas. Visi kepemimpinan Kiai As’ad memiliki orientasi kemaslahatan rakyat.

Dalam acara yang dipandu Ustadz Mustofa, Wakil Sekretaris Pesantren Sukorejo, juga dipaparkan sejarah singkat perjuangan KHR. As’ad Syamsul Arifin. Materi tersebut, disampaikan oleh Syamsul A. Hasan, penulis buku Kharisma Kiai As’ad di Mata Umat dan salah seorang tim bagian data pengajuan gelar kepahlawanan Kiai As’ad.