Nasihat Ulama Maroko Pada Santri Sukorejo: Liburan sebagai Ajang Berdakwah

SYAMSUL A. HASAN Selasa, 1 Mei 2018 15:35 WIB
766x ditampilkan Berita

Liburan panjang bagi santri-santriwati Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo tinggal beberapa lagi. Namun liburan, bukan berarti berhenti untuk mengaji. Liburan panjang bagi para santri hendaknya digunakan sebaik-baiknya sebagai ajang untuk berdakwah dan bersilaturrahim kepada sanak keluarga dan teman-temannya.

Demikian salah satu nasihat Sayyid Muhammad Amin Al-Idrisi Al-Hasani, ulama asal Maroko kepada ribuan santri Sukorejo tadi siang, di Masjid Ibrahimy Sukorejo. Cucu ke-38 dari Nabi Muhammad SAW tersebut berharap santri Sukorejo memanfaatkan liburan untuk mengajak berbuat baik dan menjauhi kemungkaran kepada keluarga terdekat, teman, dan tetangganya. Santri Sukorejo hendaknya memanfaatkan liburan untuk bersilaturrahim kepada mereka. “Jangan lupakan ilmu yang kaupelajari selama di pondok dan belajarlah selama di masyarakat,” katanya.

Sayyid Muhammad berpesan, agar santri Sukorejo dalam bergaul dengan masyarakat dengan akhlakul karimah, terutama sikap tawadhu’, rendah hati. Para santri hendaknya menghindari banyak bercanda dan berkata sia-sia yang tidak bermanfaat. “Jauhkan kalian dari sifat-sifat tersebut,” imbuhnya.

Menurut Sayyid Muhammad, santri Sukorejo harus menjaga kewibawaannya sebagai seorang santri. Namun menjaga kewibawaan tersebut bukan dengan cara jarang bergaul dengan masyarakat; sebab Nabi Muhammad SAW merupakan orang yang peduli dan tersenyum kepada orang. Menjaga kewibawaan bukan dengan cara tidak bertutur sapa dengan orang; namun “orang yang terbaik bagi orang Islam adalah orang yang lemah lembut hatinya,” ungkapnya.

Sayyid Muhammad mengatakan, para santri Sukorejo hendaknya menanamkan kewibawaan dengan akhlakul karimah, dengan berperilaku lemah lembut dan rendah hati dalam bergaul dengan orang lain. Sayyid Muhammad juga berharap agar para santri senantiasa meminta hidayah kepada Allah dan selalu bertawassul kepada para guru.