Menikmati Liburan untuk Berbuat Kebaikan

SYAMSUL A. HASAN Senin, 7 Mei 2018 05:45 WIB
169x ditampilkan Berita

Madrasah atau sekolah memang sedang liburan, namun belajar dan berbuat kebaikan tetap terus dilakukan. Dalam liburan panjang dan pulang kampung ini, para santri harus berniat untuk silaturrahim, mengamalkan ilmu yang diperoleh selama di pesantren, dan rehat sejenak untuk kembali lagi beraktifitas di pesantren bulan Syawal mendatang.

 

Demikian pesan-pesan KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah tadi malam di Masjid Ibrahimy menjelang kepulangan santri putra. Menurut Kiai Azaim, santri menjalani liburan harus berniat untuk melakukan silaturrahim dengan orang tua, sanak-kerabat, teman sekampung, dan guru-gurunya. Santri jangan sampai melupakan guru-gurunya yang dulunya mengajarinya pondasi keagamaan; seperti tauhid dan huruf hijaiyah. Menurut Kiai Azaim, ibarat tubuh, guru-guru tersebut merupakan tulang; yang perannya amat penting dalam menggerakkan tubuh seseorang. “Sampaikan salam saya kepada orang tua dan gurumu itu,” tutur Kiai Azaim.

 

Hendaknya santri Sukorejo juga berkhidmah kepada guru-gurunya itu. Misalnya dengan cara membersihkan dan lebih menyemarakkan lagi aktifitas keagamaan di mushalla kampungnya.

 

Karena itu, ketika pulang kampung, santri juga hendaknya berniat untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh selama di pesantren. “Buktikan dengan sikap kalian, bahwa kalian santri Sukorejo! Kalian harus menjunjung tinggi akhlakul karimah!” imbuhnya.

 

Bagi santri Sukorejo, liburan panjang sekadar untuk rehat sejenak agar kita kembali ke pondok kelak dengan semangat baru. Namun liburan bukan berarti kita melupakan amal-amalan baik kita yang telah kita perbuat di pesantren. Misalnya, kita harus tetap membaca Ratibul Haddad, doa tawassul, membaca buku atau kitab, dan shalat berjamaah. “Di rumah, kalian wajib shalat subuh berjamaah,” terang Kiai Azaim.