“Resolusi Jihad” dan “Deklarasi tentang Hubungan Islam dengan Pancasila”, Sumbangsih Kaum Santri untuk NKRI

SYAMSUL A. HASAN Senin, 22 Oktober 2018 11:09 WIB
998x ditampilkan Berita

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dalam memperingati Hari Santri Nasional 2018 dengan mengadakan dua acara besar yaitu Halaqah Nasional “Reaktualisasi Resolusi Jihad NU dalam mempertahankan NKRI” dan penulisan kaligrafi terbesar, “Deklarasi tentang Hubungan Islam dengan Pancasila”, yang masuk dalam rekor MURI.

 

Halaqah Nasional diadakan sebagai kajian ilmiah untuk melakukan reaktualisasi semangat Resolusi Jihad.  Kita melakukan kontekstualisasi Resolusi Jihad dengan cara menjaga dan melestarikan keutuhan Indonesia dan moderasi beragama sesuai dengan tantangan zaman. Kalau pada zaman lahirnya Resolusi Jihad, Jihad lebih diarahkan kepada pengertian fisik yaitu jihad melawan penjajah. Namun Jihad pada konteks sekarang lebih cenderung kepada jihad dalam pengertian non fisik, yaitu bersikap sungguh-sungguh dalam mengisi kemerdekaan dan menghadapi ancaman terhadap keutuhan NKRI. Misalnya, ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dengan menggunakan isu agama.

 

Karena itu, Pondok Sukorejo memandang penting untuk mengingatkan kembali “Deklarasi tentang Hubungan Islam dengan Pancasila” yang dicetuskan ulama pada Munas NU. Apalagi, Pondok Sukorejo memiliki sejarah sebagai tempat bagi lahirnya Deklarasi tersebut, pada Munas NU tanggal 16 Rabiul Awal 1404/21 Desember 1983.

 

Kiai As’ad juga sering mengatakan, agar warga NU berpegang teguh kepada deklarasi tersebut.  NU tidak hanya memutuskan, tidak hanya langsung menerima begitu saja terhadap Pancasila, namun NU menerima Pancasila dengan pertimbangan yang matang serta mendeklarasikannya. Menurut Kiai As’ad, seandainya Pancasila dirusak, NU harus bertanggung jawab. Umat Islam wajib membela Pancasila. Ini sudah mujma'alaih, konsensus ulama!

 

Setelah Munas NU 1983 dan Muktamar NU 1984 (keduanya bertempat di Pondok Sukorejo), Kiai As’ad selalu menyosialisasikan “Deklarasi tentang Hubungan Islam dengan Pancasila” di berbagai forum pengajian baik yang diadakan pesantren maupun pengurus NU. Kiai As’ad juga mencetak dan memperbanyak deklarasi tersebut, termasuk menempelkan di dinding asrama pesantren.

 

Resolusi Jihad sangat penting untuk membangkitkan semangat melawan penjajahan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Deklarasi tentang Hubungan Islam dengan Pancasila juga penting untuk menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI. Resolusi Jihad dan Deklarasi tentang Hubungan Islam dengan Pancasila merupakan sumbangsih kaum santri untuk NKRI.