Meredam Keretakan Bangsa dengan Perbanyak Doa

SYAMSUL A. HASAN Jumat, 26 April 2019 07:03 WIB
210x ditampilkan Berita

Memperhatikan kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang rakyatnya sedang memanas akibat akrobat elite politik, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo menghimbau agar para santri, alumni, dan wali santri, serta umat Islam lainnya untuk meredam dan mendinginkan suasana dengan membaca Surat Al-Fiil. “Seandainya bisa saya wajibkan, saya akan mewajibkan. Namun ini sekadar anjuran,” kata Kiai Azaim tadi malam pada acara Istighatsah Malam Jum’at Manis sekaligus Imtihan Pondok Sukorejo di hadapan ribuan santri dan jamaah.

 

Kiai Azaim menganjurkan, agar kita setelah shalat lima waktu membaca Surat Al-Fiil sebanyak tujuh kali; setelah sampai pada kalimat, “tarmihim” diulang tiga kali dengan gerakan tangan seperti melempar jumroh. “Niatkan dalam hati, siapa saja yang ingin menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mereka akan hancur sendiri,” imbuhnya.

 

Gerakan membaca Surat Al-Fiil tersebut, sebagai bentuk kepedulian Pondok Sukorejo terhadap bangsa Indonesia, terutama ketika bangsa Indonesia menghadapi masalah yang mengancam keretakan akibat kepentingan politik praktis. Kiai Azaim sebagai Pengasuh Pondok Sukorejo ikut peduli dan berpartisipasi untuk meredamnya.

 

Apa yang dilakukan Kiai Azaim tersebut, sebenarnya melanjutkan tradisi  yang ditempuh para Pengasuh Pondok Sukorejo sebelumnya. Barangkali, caranya saja yang berbeda karena perbedaan ruang dan waktu. Pada era kepengasuhan Kiai Fawaid; Kiai Fawaid juga memerintahkan para santrinya untuk membaca Surat Al-Fiil disertai dengan doanya, menjelang pemilihan umum.

 

Begitu pula, pada era kepengasuhan KHR. As’ad Syamsul Arifin. Dari dokumen yang diperoleh redaksi www.sukorejo.com, misalnya, Kiai As’ad menjelang Pemilu 1982 mengeluarkan surat edaran agar para santri Sukorejo membaca Surat Al-Fiil sebanyak 21 kali setelah shalat Magrib dan Isya’. Tujuannya agar umat Islam diberi kemenangan yang sempurna. “Bhen mander selamet sedejeh keluarganah (dan semoga semua keluarga selamat)” tulis Kiai As’ad.

 

Tradisi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan kiai-kiai Sukorejo ini, hendaknya dilakukan juga oleh para santri Sukorejo. Minimal dengan berdoa dan menulis atau meng-sharing status di media sosial yang menimbulkan rasa optimis dan menjaga keutuhan bangsa.