Panduan Memilih Jodoh dan Membina Keluarga Sakinah (10)

SYAMSUL A. HASAN Senin, 17 Juni 2019 07:50 WIB
65x ditampilkan Wasiat Kyai

Kitab Zadu Az-Zaujayn merupakan salah satu karya Nyai Zainiyah (1944-2005), putri sulung KHR. As’ad Syamsul Arifin dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Zadu Az-Zaujayn dinukil dari kitab Uqud al-Lujjayn; kalau kitab aslinya terdiri dari lima pasal namun dalam kitab karya Nyai Zai ini hanya dua pasal; yaitu pasal tentang hak-hak seorang istri (kewajiban suami) dan pasal tentang hak-hak suami (kewajiban istri). Kitab Zadu Az-Zaujayn juga dilengkapi dengan syair berbahasa Indonesia yang memuat sopan santun suami, sopan santun istri, dan tentang mendidik anak; sehingga lebih mudah dihafal dan dipahami oleh para santriwati. Kitab setebal 86 tersebut berbahasa Arab dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan huruf pegon dan huruf latin. Nyai Zai mengajarkan kitab tersebut kepada para ustadzah dan santriwati yang akan menempuh bahtera rumah tangga. Hal ini sebagai bentuk kepedulian Nyai Zai kepada para santrinya. 

Walaupun kitab Zadu Az-Zaujayn berasal dari kitab Uqud al-Lujjayn namun kerap juga Nyai Zai melakukan reorientasi pemahaman terhadap kitab tersebut. Misalnya, dalam kitab Uqud al-Lujjayn menggambarkan seorang istri seperti “budak” dan tawanan yang lemah tak berdaya tapi dalam kitab Zadu Az-Zaujayn Nyai Zai menulis, seorang istri jangan dijadikan budak yang pantas dipaksa dalam masalah bersetubuh, bekerja, atau memasak. 

Dalam perspektif konseling, kitab Zadu Az-Zaujayn dapat dikatagorikan sebagai salah satu materi dalam konseling perkawinan. Kitab Zadu Az-Zaujayn dapat diadopsi sebagai konseling perkawinan yang khas pondok pesantren. Di dalam kitab tersebut terdapat beberapa nilai kepribadian yang harus ditumbuhkembangkan oleh calon dan pasangan suami-istri dalam membentuk keluarga sakinah. 

Menurut Nyai Zai, kualitas kepribadian calon atau pasangan saumi-istri, harus memiliki pengetahuan tentang hak-hak dan kewajibannya. Sang istri harus memiliki pemahaman yang baik tentang hak-haknya yang sekaligus menjadi kewajiban seorang suami. Begitu pula sang suami harus memahami apa yang menjadi hak-haknya sekaligus yang sebagai kewajiban istri-istrinya. Adapun hak-hak seorang istri, antara lain: mendapatkan nafkah yaitu pakan, sandang, dan pangan