Pengurus NU se-Jatim Deklarasikan Panca Bhakti Faskes di Sukorejo

SYAMSUL A. HASAN Selasa, 29 Oktober 2019 18:47 WIB
483x ditampilkan Berita

Kalangan Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren, pada momen peringatan Hari Santri Nasional 2019 berusaha mengubah orientasi yang selama ini cenderung mengarah kepada kesehatan mental-spiritual (pertabiban) kepada kesehatan-kedokteraan.  Karena itu PWNU, PCNU se-Jawa Timur, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), dan beberapa stakeholder lainnya, siang tadi mendeklarasikan Panca Bhakti Fasilitas Kesehatan (Faskes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

 

Menurut KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, selama ini orientasi kalangan NU cenderung ke sarwah, tahlil, istighatsah dan kesehatan mental lainnya namun mulai momentum hari santri tahun ini mengembangkan dirinya ke masalah kesehatan dan kedokteran. KH. Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur menambahkan kalangan NU harus memperhatikan masalah fasilitas kesehatan. “Supaya ada jaminan, agar pasien menjelang ajalnya ada yang menuntun kalimat la ilaha illallah,” imbuhnya.

 

Menurut Kiai Marzuki, pengurus NU harus memperhatikan masalah fasilitas kesehatan agar kita memiliki rumah sakit yang dikelola NU. Begitu pula, supaya mushalla atau masjid di rumah sakit tersebut mengikuti tata cara beribadah sesuai dengan amaliah NU.

 

Di samping itu, supaya ada dokter NU yang dapat merawat pasien dengan amaliah NU. “Sehingga ada jaminan warga NU menjelang ajalnya ada yang menuntun kalimat tauhid,” imbuhnya.

 

Kiai Marzuki meminta para pengelola Fakultas Kedokteran, agar memberikan perhatian kepada calon mahasiswa yang memiliki latar belakang pesantren. Kalau ada calon mahasiswa pandai membaca kitab kuning, hafidz, dan berakhlakul karimah tapi nilai matematikanya pas-pasan, hendaknya diterima. Mereka diharuskan mengikuti matrikulasi matematika. Karena mereka sangat dibutuhkan NU.

 

Menurut Kiai Marzuki, pengurus NU memberikan perhatian kepada pendirian fasilitas kesehatan agar dalam mencuci pakaian mengikuti standar kesucian sebagaimana di beberapa kitab kuning. Begitu pula dalam pemberian lauk pauk, agar diserahkan kepada santri sehingga terjamin kehalalannya.

 

Berikut teks Deklarasi Panca Bhakti Fasilitas Kesehatan NU. Pertama, atas berkat rahmat Allah SWT pendirian Fasilitas Kesehatan Nahdlatul Ulama merupakan dorongan keinginan luhur untuk berhimpun guna mewujudkan tujuan Nahdlatul Ulama.

 

Kedua, pendirian Fasilitas Kesehatan Nahdlatul Ulama adalah upaya melaksanakan kewajiban sosial kemasyarakatan di bidang kesehatan untuk menjalankan misi Nahdlatul Ulama.

 

Ketiga, pendirian dan pengelolaan Fasilitas Kesehatan Nahdlatul Ulama berlandaskan pada semangat persatuan, ikatan batin, saling membantu untuk menciptakan persaudaraan dan kasih sayang agar terwujud kemaslahatan dan kesejahteraan bagi warga Nahdlatul Ulama khususya dan masyarakat lainnya.

 

Keempat, pengelolaan Fasilitas Kesehatan Nahdlatul Ulama mempertimbangkan nilai kerukunan, kemanfataan, keteraturan, dan menjunjung tinggi nilai profesional.

 

Kelima, fasilitas Kesehatan Nahdlatul Ulama dalam rangka mendatangkan maslahat dan menghindarkan mafsadat bagi umat serta menjunjung tinggi  Agama Islam (li ila li kalimatillah).

 

Rangkaian acara hari santri lainnya yang diadakan di Pondok Sukorejo adalah workshop pendirian fasilitas kesehatan selama dua hari dan bakti sosial. Bakti sosial tersebut berupa pengobatan gratis kepada masyarakat. “Alhamdulillah tahun ini tergolong besar karena ada pengobatan yang diselenggarakan dokter spesialis. Biasanya hanya dokter umum,” tutur dr. Izzuddin ketua Baksos LKNU.