Isi Kemerdekaan dengan Nilai-Nilai Keagamaan

SYAMSUL A. HASAN Senin, 17 Agustus 2020 09:19 WIB
895x ditampilkan Berita

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren Sukorejo di tengah-tengah pandemic COVID-19 tahun ini berlangsung sederhana dan bersahaja. Peringatan tersebut berupa upacara bendera di depan kantor pesantren dan tahlil bersama di masjid. “Tidak ada sekat antara negara dan pesantren, keduanya harus saling mendukung,” nasihat Kiai Azaim di depan ribuan santri.

 

Menurut Kiai Azaim, banyak kiai-kiai pesantren yang memimpin perjuangan melawan penjajah Belanda. Bahkan pondok pesantren menjadi sentral dan markas perjuangan; misalnya lasykar Hizbullah dan Sabilillah. Termasuk Pondok Pesantren Sukorejo menjadi markas para pejuang. Ini menandakan bahwa tidak ada sekat antar negara dan pesantren. “Tolong para santri pelajari sejarah para kiai-kiai pesantren,” imbunya.

 

Karena itu, Kiai Azaim menghimbau agar kita mengisi peringatan kemerdekaan tidak sekadar dengan acara-acara yang bersifat hiburan namun juga diisi dengan nilai-nilai yang bermuatan keagamaan. Kita menyukuri kemerdekaan tidak dengan bersifat foya-foya yang sampai melupakan Tuhan, isi kemerdekaan dengan nilai-nilai keagamaan. “Kalau kalian nanti menjadi tokoh masyarakat atau pejabat, isi perayaan kemerdekaan di lingkungan kalian dengan acara yang ada muatan dan kemasan keagamaan,” pesan Kiai Azaim.

 

Pada bulan kemerdekaan ini, Pondok Pesantren Sukorejo mengeluarkan kebijakan pengurangan 20% Uang Tahunan Pesantren dan 10% SPP dari ketentuan yang lalu. “Ini sebagai salah satu bentuk perhatian Pesantren Sukorejo atas kondisi ekonomi walisantri akibat pandemic COVID-19,” ujar Dr. Khairul Anwar, ketua tim Tangguh Pesantren Sukorejo.