Pesantren Sukorejo dalam Merespon Covid-19 (Riset 1): MENGOPTIMALKAN POTENSI PESANTREN

SYAMSUL A. HASAN Jumat, 21 Agustus 2020 10:12 WIB
528x ditampilkan Berita

COVID-19 melanda belahan dunia. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo juga tak luput terkena imbas pandemic COVID-19. Pengurus pesantren melakukan beberapa langkah antisipasi dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya. Langkah ini ditempuh, dengan mempertimbangkan karakteristik COVID-19.

 

Misalnya, COVID-19 dapat menular melalui kontak antar-manusia. Sedangkan para santri setiap waktunya selalu melakukan kontak dan tidak bisa menjaga jarak sosial dan fisik. Umpamanya bersalaman, shalat berjamaah, tidur yang berdekatan, atau kontak fisik lainnya. Dengan begitu, potensi resiko penularan COVID-19 di pondok pesantren cukup besar.

 

Devisi Humas dan Konseling, “Pesantren Tangguh” Pondok Sukorejo mengadakan riset tentang perilaku kalangan pesantren dalam merespon COVID-19. Penelitian tersebut untuk mendeskripsikan pengambilan keputusan dan implementasi teknik uzlah dan gerbat yang dilakukan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah sebagai lembaga pendidikan yang berjumlah 12.247 santri yang berasrama, untuk menghindari penularan coronavirus.

 

Menurut kajian Devisi Humas dan Konseling, “Pesantren Tangguh” Pondok Sukorejo, paling tidak Pondok Sukorejo dalam mengantisipasi COVID-19 dengan menggunakan teknik “uzlah” dan “gerbat”. Pertimbangan keputusan penerapan teknik “uzlah” dan “gerbat”, karena kedua teknik tersebut berlandaskan historis, teologis, dan mengikuti anjuran “ulul amri” (yaitu pemerintah, pakar kesehatan, dan ulama) dalam memutus penyebaran covid-19.

 

Sedang implementasi penggunaan teknik tersebut, antara lain: Pertama, dalam teknik uzlah: santri dilarang keluar dari kompleks pondok pesantren dan berinteraksi dengan orang luar. Teknik “uzlah” ini mirip dengan teknik “self-isolation” atau “self-quarantine”. Selama masa ini, santri diberi pemahaman tentang COVID-19 dan lebih digalakkan pola hidup bersih dan sehat.

 

Kedua, teknik gerbat. Riyadhah ‘ubudiyah di Pondok Sukorejo terkenal dengan istilah “gerbat”, singkatan dari gerak batin (riyadhah ruhaniyyah). Dalam konteks konseling, Gerbat ini termasuk teknik perubahan tingkah laku yang paling penting bagi kalangan pesantren. Pondok Sukorejo mengeluarkan beberapa bacaan doa-doa untuk berlindung kepada Allah agar terhindar dari bahaya, termasuk COVID-19.

 

Untuk mengetahui kajian selangkapnya, silakan baca di Unnes Journal of Public Helth, Universitas Negeri Semarang, dengan judul, “Decision of Implementing Uzlah and Gerbat Techniques in Islamic Boarding School as Preparedness Response for COVID-19 Pandemic”. Di https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph/article/view/38107 atau DOI: https://doi.org/10.15294/ujph.v9i2.38107