Pesantren Sukorejo dalam Merespon Covid-19 (Riset II): NGAJI ONLINE

SYAMSUL A. HASAN Ahad, 23 Agustus 2020 06:47 WIB
257x ditampilkan Berita

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo sangat merespon perkembangan yang terjadi di masyarakat, termasuk dalam masalah pagebluk COVID-19. Misalnya pada Ramadan kemarin, Pondok Sukorejo menambah layanan pengajian dari sistem tatap muka menjadi online. Pondok Ramadan yang biasanya diikuti santri dan khalayak umum di pesantren, sekarang dibatasi hanya ketua kamar.

 

Kegiatan yang biasanya terjadi secara tatap muka antara kiai dengan santri di kompleks pesantren menjadi kegiatan dunia maya jarak jauh di rumah santri masing-masing. Perubahan model pengajian tersebut, tentu, juga terdapat pergeseran terapeutik dalam konteks hubungan kiai-santri.

 

Menurut kajian Devisi Humas dan Konseling, “Pesantren Tangguh” Pondok Sukorejo dan “Pusat Pengembangan Psikologi dan Konseling Berbasis Pesantren”, pergeseran relasi terapeutik antara kiai dengan santri tersebut yaitu: Pertama, pada sistem pengajian tatap muka, terapeutik terjadi karena hubungan kehangatan dengan cara memandang langsung wajah kiai yang membuat para santri merasa teduh dan tenang.

 

Kedua, pada sistem Ngaji Online terapeutik beralih ke setting lingkungan yang membuat para santri merasa aman dan nyaman. Dengan demikian, kehangatan hubungan yang membuat santri merasa teduh beralih kepada intervensi lingkungan yang membuat santri merasa aman. Namun dalam sistem Ngaji Online, kehangatan hubungan teraputik tersebut mulai melemah.

 

Ketiga, kelemahan dalam Ngaji Online, dapat ditutupi karena hubungan ruhaniyah atau ikatan spiritual antara kiai dengan santri yang masih terasa kuat. Hubungan ruhaniyah ini menjadi kunci dalam terapeutik bagi kalangan pondok pesantren.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut silakan baca “Dinamika Perubahan Relasi Kiai Santri pada ‘Ngaji Online’ di Masa Pagebluk COVID-19”.  Di

https://ejurnal.kependudukan.lipi.go.id/index.php/jki/article/view/538/pdf