Ngaji Kitab Burdah di Tengah-Tengah Pandemi

SYAMSUL A. HASAN Rabu, 23 September 2020 10:43 WIB
1144x ditampilkan Berita

Sejak Sabtu kemarin, ribuan santri dan santriwati Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo mengikuti pengajian Kitab Burdah Madih Al-Mubarokah kepada K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pesantren Sukorejo. Pengajian kitab tersebut berlangsung khidmah dan penuh nasihat-nasihat mencerahkan. Pengajian kitab sastra yang memuat pujian-pujian kepada Kanjeng Nabi Muhammad tersebut sengaja dikaji di tengah-tengah pandemic COVID-19.

 

Karena qosidah burdah tersebut kerap dilantunkan kaum muslimin yang disamping sebagai pujian kepada nabi juga dipercaya sebagai penolak balak. Sehingga diharapkan dengan pengajian kitab tersebut; para santri menjadi lebih memahami kandungan qasidah burdah dan akan meningkatkan kualitas kekhusu’an serta kesehatan mental para santri.

 

Para santri putra yang berasrama di pusat bisa langsung mengikuti pengajian tersebut di pendopo pengasuh. Sedangkan santriwati di pusat dan di cabang, mengikuti pengajian di mushalla. Begitu pula santri putra di cabang, mengikuti pengajian di mushalla. Mereka mengikuti pengajian via S3 TV dan Radio DBS Fakultas Dakwah.

 

Dari pantauan Tim Pesantren Tangguh, para santri dan santriwati antusias mengikuti pengajian tersebut. Mereka senang mengikuti pengajian dengan memakai masker. “Saya senang ikut pengajian. Saya berharap orang tua di rumah juga tenang dan senang,” imbuh salah seorang santri asal Lombok.

 

Walaupun di masa pandemi, kegiatan santri di pondok tetap padat dengan memperhatikan protokol kesehatan. Para santri-santriwati mengisinya dengan mengaji, belajar, beribadah, dan beberapa aktifitas yang berfaedah lainnya. Mereka juga menyelingi waktu luang dengan berolah raga. Karena itu para walisantri diharapkan tenang dalam menjalankan aktifitasnya di rumah masing-masing. “Jangan lupa, mendoakan putra-putrinya di pesantren,” imbuh Ustadz Khairul Anwar, ketua tim Pesantren Tangguh.