Ikhtiar Menuju Santri Sehat dan Pesantren Kuat (Pesantren Tangguh Seri-I)

SYAMSUL A. HASAN Senin, 28 September 2020 04:07 WIB
695x ditampilkan Berita

Pada era adaptasi kebiasaan baru yang hampir bersamaan dengan kedatangan santri setelah liburan panjang, beberapa pondok pesantren di Jawa Timur memiliki program “Pesantren Tangguh”. Pendirian program Pesantren Tangguh digagas oleh Polda Jawa Timur. Pondok Sukorejo juga memiliki program Pesantren Tangguh. Pesantren tungguh adalah pesantren mampu mengatasi segala hal yang terkait dengan pencegahan dan penyebaran COVID-19, sehingga kegiatan asasi pondok pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin dapat dilaksanakan dan survev. “Definisi lain, adalah kondisi pesantren yang dapat menyelenggarakan misi tafaqquh fiddin pada masa pandemi COVID-19 dan situasi apapun dengan mengikuti ketentuan-ketentuan atau protokol yang terkait,” ujar Ustadz Khairul Anwar, ketua Tim Tangguh Pondok Sukorejo.

Menurut Ustadz Anwar, Pesantren Tangguh tersebut semacam Satgas Covid-19 Pesantren.  Pendirian Satgas Covid-19 tersebut merupakan amanah dari Surat Keputusan Bersama empat menteri yaitu menteri agama, menteri pendidikan dan kebudayaan, menteri dalam negeri, dan menteri kesehatan tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Di antara isinya, pesantren yang akan menyelenggarakan pendidikan tatap muka harus membentuk gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan, aman COVID-19, dan seluruh kalangan pesantren (pimpinan, pengelola, pendidik, dan peserta didik) dalam kondisi sehat.

Adapun protokol kesehatan di pesantren, antara lain: membersihkan ruangan dan lingkungan secara berkala dengan disinfektan; menyediakan cuci tangan pakai sabun; memasang pesan-pesan kesehatan; membudayakan memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, etika bersin; olah raga, dan pembatasan penerimaan tamu serta lain-lain. “Regulasi dari pemerintah tersebut, di Pondok Pesantren Sukorejo dijabarkan dalam maklumat pengasuh pesantren dan surat edaran pengurus pesantren,” imbuh Ustadz Anwar.

Pembentukan Pesantren Tangguh tersebut, sebagai ikhtiar Pondok Sukorejo mencegah terjadinya penularan Covid-19 sehingga santri sehat dan pesantren kuat. Usaha-usaha Pondok Sukorejo untuk yang mengacu kepada Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan empat menteri tersebut, antara lain: membentuk tim penerimaan kehadiran santri, setelah liburan Ramadhan. Sebelum kehadiran para santri ke pesantren, mereka diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 14 di rumah masing dan melakukan rapid test. Mereka memakai masker berangkat ke pesantren secara berjamaah dengan menggunakan kendaraan yang terpisah dengan orang lain. Ketentuan ini, juga berlaku kepada santri baru. Bahkan wali santri yang ikut mengantar anaknya ke pesantren juga harus melakukan isolasi mandiri dan rapid test. “Ketika datang ke pesantren mereka mengikuti protokol kesehatan yang ketat,“ kata Ustadz Sunardi, ketua tim.