Pak Djalal, Ketua Asosiasi Ma’had Aly Wafat

SYAMSUL A. HASAN Jumat, 2 Oktober 2020 07:42 WIB
678x ditampilkan Berita

Dr. H. Abdul Djalal, M.Ag (50 tahun) atau yang akrab dipanggil Pak Djalal, tadi malam wafat dan langsung dikebumikan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah telah kehilangan salah seorang ustadz terbaiknya. “Semoga diterima amal baiknya dan diampuni dosa-dosanya. Saya mengajak teman-teman untuk melakukan shalat ghaib,” ucap KH Afifuddin Muhajir, wakil Pengasuh Pesantren Sukorejo.

Pak Djalal dikenal sebagai ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Amali), mondok di Sukorejo sejak SMP. Ia lulusan Ma’had Aly Sukorejo dan mengajar di Ma’had Aly Sukorejo. Karena itu, kecintaannya kepada Ma’had Aly sangat mendalam. Di Ma’had Aly, Pak Djalal dikenal sebagai pengurus yang rajin dan giat menjalin kerjasama dengan beberapa pihak, untuk kemajuan Ma’had Aly. Melalui perjuangannya itu, mengantarkannya menjadi ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia. “Menjadi ketua Amali lebih banyak dukanya. Maklum baru membangun. Tetapi saya niatkan untuk berkhidmah kepada mudir Ma’had Aly se-Indonesia,” kata Pak Djalal kepada beberapa wartawan suatu saat.

Menurut Pak Djalal, karena Ma’had Aly itu sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis pesantren yang belum lama mendapat pengakuan pemerintah, sehingga baru membangun, termasuk mengonsep aturan sendiri. Di sinilah dukanya itu. Kendati mengaku banyak dukanya menjadi ketua Amali, namun di waktu-waktu tertentu, juga dirasakan sangat membahagiakan. ‘’Bahagianya, kalau ada pertemuan (kumpul-kumpul), semua yang diundang hadir. Jadi tertutupi dukanya,’’ katanya.

Dr. Suwendi, M.Ag, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Diktis Kemenag, mengaku terkejut dengan wafatnya Pak Djalal. “Saya bersaksi bahwa Peraturan Menteri Agama tentang Mahad Aly sebagai kado Hari Santri 22 Oktober 2015 yang lalu merupakan salah satu amal jariyah engkau... Semoga surga Allah menantimu,” tulisnya.

Di Pondok Sukorejo Pak Djalal termasuk santri aktif dengan multidisiplin keilmuan. Ia pernah mengajar kimia di SMA Ibrahimy, ia pernah menjabat Kasubag Bahtsul Masail Pesantren Sukorejo, Dekan Fakultas Dakwah (2005 – 2009). “Pak Djalal ini adik kelas saya saat kuliah di Syariah tapi kami intens berkawan karena sama-sama aktif di senat mahasiswa. Di Ma’had Aly kami seangkatan selama 3 tahun. Dia adalah orang baik. Selamat jalan, kawan” tutur Prof. Abu Yasid, Rektor Universitas Ibrahimy.

Innalillahi wainna ilaihi rajiun, selamat jalan Pak Djalal. Kami segenap keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah merasa kehilangan dan menyaksikan engkau termasuk orang yang baik. Semoga segala jerih payah perjuanganmu diterima Allah dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan.