Gubernur Bersinergi dengan Pesantren untuk Membangun Kemaslahatan Umat

SYAMSUL A. HASAN Ahad, 25 Oktober 2020 19:11 WIB
2300x ditampilkan Berita

Silaturrahim Gubernur Jawa Timur ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah tadi sore untuk bersinergi dalam membangun kemaslahatan umat. Gubernur mencoba untuk “mensilaturrahimkan” dan mendialogkan gagasan pemerintah dengan pondok pesantren. “Isi kemerdekaan ini dengan kekuatan dan energi pesantren. peran santri sangat ditunggu dalam mengisi kemerdekaan ini,” imbuh Ibu Khafifah dalam acara Silaturrahim dan Dialog dengan mahasiswa Universitas Ibrahimy.

Menurut Ibu Khafifah, Pondok Pesantren Sukorejo telah melahirkan ribuan pemimpin umat. Umat sekarang telah menunggu peran santri Salafiyah Syafi’iyah. Beberapa lembaga juga menunggu kiprah santri. misalnya, lembaga perbankan menunggu peran santri Sukorejo untuk mengomandani perbankan syariah. Apalagi sekarang, terdapat 9 pesantren yang menjadi pionir dalam pengembangan syariah.

Ibu Gubernur juga mengingatkan kepada para santri bahwa kepahlawanan Kiai As’ad bukan didapat secara tiba-tiba namun melalui proses yang panjang; terutama proses perjuangan beliau kepada bangsa dan negara. Karena itu, Gubernur Jawa Timur menghimbau agar para santri berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan.

Kiai Azaim dalam sambutannya merasa gembira atas kedatangan Gubernur Jawa Timur di tengah-tengah pandemic ini. “Ini ibarat kunjungan seorang ibu kepada anak-anaknya,” imbuhnya.

Kiai Azaim merasa bersyukur karena denyut nadi kehidupan Pesantren Sukorejo tetap berjalan dengan baik di tengah-tengah wabah COVID-19. Pondok Sukorejo telah berikhtiar untuk memutus matarantai COVID-19 dengan memperhatikan arahan pemerintah dan satgas COVID-19. “Ikhtiar adalah ibadah tawakkal juga ibadah,” imbuh Kiai Azaim.