Arif, Santri Perwira Laut

Arif Rahman Hakim, alumni kelahiran Balikpapan, 31 Juli 1991, semasa di pesantren memang punya cita-cita menjadi perwira laut. Karena itu, di pesantren ia mencoba hidup penuh disiplin, termasuk disiplin mengikuti aturan-aturan di pesantren. Hikmah tempaan disiplin tersebut, ia rasakan ketika ia masuk Akademi Maritim Yogyakarta. Sebelum berhenti, ia juga melakukan “penyucian diri” dengan masuk menjadi anggota kebersihan bagian traktor dan menghatamkan al-Qur’an di asta. Bagaimana kisah alumni kamar A 12 yang menjadi mahasiswa di Akademi Maritim Yogyakarta? Berikut penuturannya kepada Salaf:

Memang berat rasanya untuk bisa diterima di perguruan tinggi di bidang Pelayaran. Karena yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Taruna Pelayaran harus memiliki fisik yang sehat dan mental yang kuat.

Sejak saya mondok di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, saya mempunyai cita-cita menjadi seorang Perwira Pelaut. Oleh karena itu setelah saya lulus dari pondok pesantren tercinta, saya melanjutkan study di luar pesantren yaitu di Perguruan Tinggi di bidang Pelayaran. Tapi, sebelum saya study di luar pesantren saya mempunyai niat untuk mengabdikan diri di pesantren tercinta di bidang Kebersihan atau lebih dikenal dengan anak-anak Traktor bagian pembuangan sampah selama 7 bulan dan sebelum saya meninggalkan pesantren saya juga menghatamkan Al-Qur’an di asta (makam leluhur pendiri Pesantren Sukorejo). Supaya ilmu yang saya peroleh di pesantren dengan pengabdianku ini menjadi ilmu yang nafi dan barokah bagi nusa dan bangsa.

Berat rasanya saya meninggalkan sahabat, guru, ustadz, kiai dan pondok tercinta, karena selama 7 tahun saya bersama sahabat-sahabat santri diajarkan tentang agama, membaca Al-Qur’an, kitab kuning, Ta’lim Muta’allim dan kitab-kitab lainnya mulai dari tidak tahu menjadi tahu. Tepat 3 hari sebelum saya berangkat meninggalkan Pondok, saya berpamitan kepada guru, kepala kamar, teman sekamar, sahabat dekat saya dan para kiai khususnya KHR. Azaim Ibrahimy.

Tepat Tanggal 02 Mei 2012 saya meninggalkan Pondok tercinta pulang kerumah Bangkalan Madura, lalu saya langsung mendaftarkan diri di Akademi Maritim Yogyakarta. Tes demi tes saya lalui. Akhirnya, Alhamdulillah saya diterima menjadi taruna di Akademi Martim Yogyakarta .

Sebelum saya dilantik menjadi seorang taruna, saya dibina oleh seorang pamong dari Angkatan Laut. Seperti pembinaan mental, kedisiplinan, fisik, kejujuran, kepemimpinan, baris-berbaris, kesetiaan terhadap negara selama 2 bulan, dan Diklat Basis di tengah hutan selama 3 hari dan ditutup dengan pembinaan fisik yaitu long march atau lebih dikenal dengan perjalanan jauh sejauh 40 KM dengan berjalan kaki.

Akhirnya setelah saya mengikuti Pendidikan mental, moral, kedisiplinan, dan fisik selama 2 bulan lamanya, saya dilantik resmi menadi Taruna Akademi Maritim Yogyakarta dan akhirnya saya dapat memakai seragam kebesaran Taruna AMY dan saya dituntut menerapkan pada diri saya yakni Tri Sila & Tri Dharma. Yang mana isi dari Tri Sila itu adalah 1. Disiplin, 2. Hirarki, 3. Kehormatan & TRI DHARMA adalah 1. Lautku adalah jiwaku 2. Maritim adalah profesiku 3. Batinku Negriku  Dengan memakai seragam dinas Taruna, tanggung jawab saya semakin besar. Karena seorang taruna harus memegang teguh TRI SILA & TRI DHARMA. Kedua hal tersebut hampir sama dengan apa yang saya lakukan di pondok pesantren yaitu disiplin, seorang santri wajib disiplin masuk sekolah tepat pada waktunya, tidak boleh membawa alat komunikasi, dan ketika sholat harus tepat pada waktunya baik itu Tarhim, sholat Tahajud, sholat lima waktu, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Hirarki, yang mana seorang santri harus menghormati kiai, ustadz di madrasah, guru di sekolah, dan kepala Kamar karena mereka semua adalah sebagai orang tua kita di pesantren. Kehormatan, dimana seorang santri harus menghormati kepada sesama Santri dan orang yang lebih tua dari kita.

Untuk adik-adiku yang masih menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah belajarlah yang rajin, doakan orang tua, doakan guru-guru, dan selalu takdim kepada para guru. Jika adik-adik berniat kuliah di bidang Kemaritiman Taruna Pelayaran, mulai dari sekarang persiapkan fisik dan mental kalian, pagi sore olah raga ke lorong laok (Jalan Raya), setiap ada perlombaan di Pesantren kalian mengikutinya dan pastinya harus selalu rajin belajar.