Iksass Himbau Jaga Kerukunan dan Keluarkan Amalan Kiai As’ad

16388398_10202957345131096_88395527256245509_n (1)

Pengurus Pusat Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (PP Iksass) Sukorejo prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia dan ujian yang dihadapi NU. PP Iksass merasa peduli dengan NU dan tokoh penerus perjuangan pendiri jam’iyah NU yang akhir-akhir ini mendapat banyak ujian. Karena itu mereka menghimbau kepada seluruh alumni Sukorejo untuk tetap menjaga kerukunan dan PP Iksass mengeluarkan amalan Kiai As’ad.

 

Para alumni yang tergabung dalam Rayon Iksass, Subrayon Iksass, Jam’iyah Rotibul Haddad, dan majelis taklim yang berbasis alumni lainnya, untuk tetap menjaga kerukunan dan kondusifitas dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai NKRI.

 

Setiap Alumni Sukorejo dihimbau agar membaca sebuah amalan, baik sendiri ataupun secara berjamaah, dari Kiai As’ad. Amalan tersebut diperoleh Kiai As’ad dari Syaikhona Kholil Bangkalan untuk disampaikan kepada KH. Hasyim Asy’ari bersama seuntas tasbih ketika NU mau berdiri. “ Yaitu, Ya Jabbar sebanyak 313 dan  Ya Qohhar juga 313 kali,” tutur Ustadz Munif Shaleh, ketua umum PP Iksass.

 

Menurut Ustadz Munif, tata cara pengamalannya, membaca kedua asmaul husna tersebut sambil memegang ujung tasbih. “Satu kali putaran tasbih untuk setiap satu bacaan,” terangnya.

 

PP Iksass juga menghimbau agar alumni Sukorejo mendoakan KH Ma’ruf Amin dalam menjalani ujian. “Semoga Kiai Ma’ruf selalu diberi kekuatan, kesabaran, kesehatan, umur panjang yang barokah,” imbuhnya.

 

Sementara itu, KH. Afifuddin Muhajir, Wakil Pengasuh Bidang Ilmiah Pondok Sukorejo mengatakan, kejadian Selasa kemarin di persidangan penistaan agama yang menghadirkan KH. Ma’ruf Amin sebagai saksi ahli, sesungguhnya merupakan skenario Tuhan. Tuhan menampakkan kepada masyarakat, siapa yang arogan dan siapa yang santun. “Kini masyarakat mengetahui, Kiai Ma’ruf Amin dengan kesantunan dan akhlak mulianya adalah seorang ulama yang layak menjadi panutan dan menjadi pimpinan ormas Islam terbesar di negeri ini,” tutur Kiai Afif.

 

Menurut Kiai Afif, dalam pemilihan pemimpin, sesungguhnya tidak terlepas dari proses dan produk. Dalam hal ini, terdapat empat katagori. Pertama, prosesnya tepat dan produknya tepat ( أصاب الطريق وأصاب المطروق). Kedua, prosesnya salah dan produknya salah (أخطأ الطريق وأخطأ المطروق). Ketiga, prosesnya tepat tapi produknya salah (أصاب الطريق وأخطأ المطروق). Dan keempat, prosesnya salah tapi produknya tepat (أخطأ الطريق وأصاب المطروق).