Keluarga Besar P2S2 Mufaraqah dari PBNU

BANYUPUTIH – Keputusan mengejutkan diambil oleh keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo. Melalui Halaqoh III Napak Tilas Berdirinya NU kemarin (21/9), pengasuh P2S2, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengeluarkan maklumat yang berisi, P2S2 mufaraqah (memisahkan diri) dari kepengurusan Nahdaltul Ulama (NU).

Sekretaris P2S2, Ahmad Fadloil membenarkan tentang sikap mufaraqah itu. Dia mengatakan, keputusan mufaraqah diambil dari berbagai pertimbangan yang matang. ”Melihat perkembangan yang ada dan setelah melakukan kajian yang matang,” ujarnya.

Dia mengaku, pertimbangan yang dimaksud bukan hanya pertimbangan yang bersifat lahiriyah. Akan tetapi telah melawati beberapa pertimbangan yang bersifat batiniyah.
Fadloil mengatakan, pada intinya, keputusan mufaraqah itu diambil karena dipandang dalam pelaksanaan muktamar ke 33 di Jombang beberapa waktu lalu terdapat penyimpangan dan telah menyalahi aturan yang ada. Tentu, katanya, pada muktamar yang dilaksanakan pada tanggal 1-6 agustus itu, menghasilkan keputusan yang menyimpang juga.
Bagi Fadloil, keputusan tersebut adalah keputusan terbaik. Keputusan yang akan bisa membawa kemaslahatan bagi seluruh warga NU.

Dia menambahkan, maklumat Mufaraqah itu menjadi keputusan keluarga besar P2S2. ”Maklumat ini tertuju kepada seluruh alumni, simptisan, dan warga nahdiyin dan ditandangani langsung oleh pengasuh,” terangnya kembali.

Berdasarkan salinan maklumat yang diterima wartawan koran ini, pengasuh P2S2, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy menyatakan, P2S2 tidak ikut mempertanggungjawabkan proses dan hasil muktamar tersebut. “Oleh karenanya, kami mufaraqah dan tidak ada kait mengait antara kami dan pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil muktamar ke-33 di alun-alun jombang,” begitu salah satu kalimat dalam maklumat tersebut.

Dijelaskan juga, dalam maklumat itu diserukan kepada para Ulama dan warga nahdliyin agar tetap mempertahankan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja). Ajaran tersebut juga harus dijaga dari serangan aqidah dan ideologi di luar ajaran Aswaja. ”Demikian maklumat mufaraqah ini kami buat dan telah sesuai dengan amana Hadratusyeh KHR. As’ad Syamsul Arifin,” demikian isi maklumat itu pada bagian akhir. (bib/pri/radarbanyuwangi)