Organisasi Muslimah Hui Angkat Derajat Perempuan Cina

Perkembangan Islam di Cina banyak dipengaruhi perkembangan perdagangan melalui jalur sutra dan ekspansi politik. Perkembangan selanjutnya, etnis Hui — keturunan saudagar Arab yang menikahi perempuan Cina, memegang peranan penting dalam geliat syiar Islam di tanah Tiongkok.

Yang hebat, syiar Islam yang dijalankan etnis Hui dipimpin seorang perempuan. Mereka inilah yang menjadi keunikan identitas Muslim Cina. Nusi, sebutan organisasi yang dipimpin perempuan-perempuan Hui, mempermudah diterimanya Islam dalam masyarakat Cina yang didominasi etnis Han.

Nusi mulai menyiarkan agama Islam pada zaman dinasti Qing. Mereka mengawali dakwah di sekolah-sekolah. Mereka ajari perempuan muda Cina membaca Alquran dan mengamalkannya. Selanjutnya, Nusi mendirikan Masjid yang kemudian dipimpin imam perempuan atau Ahong.

Yang paling terkenal di antara Ahong lainnya adalah Sumingdashisi, seorang cendikiawan dari dinasti Ming. Ahong lain yang terkenal, Yang Houzhen. Ia merupakan seorang aktivis perempuan yang giat meningkatkan kehormatan perempuan Cina yang kala itu diacuhkan.

Saat ini, ada 29 Nusi di seluruh negeri –masing-masing memiliki imam sendiri. Mereka menerima dengan tangan terbuka bagi perempuan Cina yang hendak belajar Islam. Namun, kiprah Nusi mendapat banyak kritik. Mereka dianggap mendorong parempuan Cina meninggalkan rumah dan kewajiban mereka terhadap keluarga. Di sisi lain, sikap kritis terhadap hak-hak perempuan patut dihargai.

“Ahong tentu saja dihormati, tetapi mereka tidak memiliki otoritas keagamaan yang sama dengan pria. Kedua jenis kelamin adalah sama di hadapan Tuhan, tetapi peran mereka yang ditunjuk tidak sama,” kata seorang Ahong, seperti dikutip thefridaytimes.com, Jumat (3/12).

Jadi ahong adalah bagian dari tradisi kuno yang sayangnya sudah dilupakan masyarakat Muslim. Nusi dalam aktivitasnya tidak bermaksud untuk bertentang dengan dunia Islam. Mereka tidak pula berkiblat pada barat dalam urusan emansipasi dan indenpendensi perempuan. Tujuan mereka hanya membantu perempuan Cina, utamanya Muslimah untuk menjadi selaras dengan Islam seperti yang dicontohkan istri nabi Muhammad SAW, Aisyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>