Meraih Barokah dengan Berkhidmah kepada Guru (I)

Oleh: KH. Muhyiddin Abdusshomad

 

Kata barokah sangat populer bukan hanya dikalangan santri, tetapi juga dikenal hampir oleh seluruh umat Islam. Karena selain diucapkan dalam rangkaian salam saat bertemu, juga banyak diungkapkan dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadist Nabi.

Sebenarnya, apa arti kata barakah? Imam al-Sakhawi menjelaskan bahwa:

الْمُرَادُ بِالْبَرَكَةِ النُّمُوُّ وَالزِّيَادَةُ مِنَ الْـخَيْرِ وَالْكَرَامَةِ. (القول البديع في الصلاة على الحبيب الشفيع، 91 )

“Yang dimaksud dengan barakah adalah berkembang dan bertambahnya kebaikan dan kemuliaan.” (Al-Qawl al-Badi’ fi al-Shalah ‘ala al-Habib al-Syafi’, 91)

Arti barakah adalah adanya nilai lebih dari apa yang dimiliki. Disebut barakah ketika apa yang ada pada diri seseorang tidak hanya sebatas  nilai materi semata, namun juga memiliki nilai kebaikan lebih yang tidak menyebabkan pemiliknya menjadi terhina di hadapan Allah Swt maupun manusia. barakah adalah Jawami’ al Khair (pundi-pundi kebaikan) yakni banyaknya nikmat yang diperoleh dari Allah SWT, sehingga benar-benar mendatangkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Adapun kebahagiaan di dunia dan di akhirat dalam perspektif para ulama ialah:

وَقَالَ الإِمَامُ الحَسَنُ البَصْرِي رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِ فيِ قَوْلِهِ تَعَالى: (رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً) (البقرة:201) إِنَّ الحَسَنَةَ فيِ الدُّنْيَا هِيَ العِلْمُ وَالعِبَادَةُ, وَفيِ الآخِرَةِ هِيَ الجَنَّةُ (المنهج السوي, ص 90)

“Berkata Imam Hasan Bashri Rahimahullah dalam menafsirkan ayat 201 Al-Baqarah yang artinya ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Yang dimaksud kebaikan di dunia ialah ilmu dan ibadah, sedangkan arti kebaikan di akhirat ialah surga”.  (al-Manhaju al-Sawi, hal 90)

( فيِ الدُنْيَا حَسَنَةً ) نِعْمَةً مِنْ عَافِيَةٍ وَمَالٍ وَزَوْجَةٍ وَذُريَّةٍ صَالِحَةٍ . ( فيِ الآخِرَةِ حَسَنَةً ) مَغْفِرَةً وَرِضْوَانًا وَجَنَّةً (صحيح البخاري، ج 4 ص 1643)

Yang dimaksud kebaikan di dunia adalah nikmat sehat, harta yang banyak, istri (suami) yang shalih, serta anak yang shalih. Sedangkan kabaikan di akhirat meliputi ampunan Allah SWT, ridha Allah SWT serta surga. (Shahih al-Bukhari, juz IV hal 1643)

Nah, bagaimana dengan makna shalih itu sendiri?

هُوَ الذِى اسْتَوَتْ سَرِيْرَتُهُ وَعَلاَنِيَتُهُ فىِ الخَيْرِ وَقِيْلَ مَنِ اعْتِقَادُهُ  صَوَابٌ وَعَمَلُهُ  فىِ سُنَّةٍ وَطَاعَةٍ

 (تفسير خازن، ج 1، ص 557)

ٍShalih ialah seseorang yang kebaikannya itu sama secara lahir maupun batin, sebagian ada yang mengatakan, yang dimaksud dengan shalih adalah orang yang mempunyai akidah yang benar, sedang amaliahnya berjalan diatas rel sunnah dan selalu taat kepada Allah SWT. (Tafsir Khozin, juz 1 hal 557)

Barakah itu datangnya dari Allah SWT, dan manusia diperintahkan untuk terus berikhtiyar secara lahiriyah dan  berdoa agar apa yang dimiliki menjadi barakah. Inilah makna Tabarruk, yakni:

طَلَبُ زِيَادَةِ الْخَيْرِ مِنَ اللهِ تَعَالى

“Meminta tambahan kebaikan dari Allah SWT”.

Yang dimaksud barakah dalam harta adalah ketika  harta tersebut bertambah banyak dan digunakan dalam kebaikan. Barakah dalam keluarga adalah ketika anggota keluarga bertambah banyak dan berakhlak mulia. Barakah dalam waktu yakni lamanya masa yang terselesaikannya semua urusan dalam masa yang ada. Barakah dalam kesehatan adalah sempurnanya kesehatan. Barakah dalam umur adalah panjangnya usia yang digunakan untuk beramal baik dalam rentang usia yang panjang tersebut. Barakah dalam ilmu adalah ketika ilmu seseorang semakin bertambah banyak, dan dia mampu mengamalkannya sekaligus menyebarkan kepada orang lain, dan dapat mengantarkan pemiliknya semakin dekat kepada Allah SWT. (Rais Syuriyah  PCNU Jember dan Pengasuh PP. Nurul Islam Antirogo Jember)