Tradisi Berseni di Pesantren Sukorejo (2)

Oleh: NurTaufik

 

Zaman samangken raja fitnana

Rakyat sadaja padha sossana

Politik tenggi sulit jalanna

Sanget rumitta raja cobana

Terjemahan bebasnya: Zaman sekarang besarlah fitnah/Seluruh rakyat tertimpa susah/Politik elite melangkah sulit/Besar cobaan rumit berkelit.

Bahkan KHR. As’ad Syamsul Arifin yaitu menginginkan ada salah satu dari santrinya yang menjadi seorang seniman. Itu bisa kita perhatikan dari dawuhnya. “ Saya bercita-cita agar santri saya seperti santrinya Sunan Ampel, ada yan menjadi fuqoha, seniman, negarawan dan waliyullah.  Darisana jelas kepedulian KHR. As’ad terhadap kesenian.

Ketika KHR. As’ad wafat, KHR. Ach. Fawaid As’ad sebagai pengasuh ke III, ternyata sangat antusias terhadap kesenian. Terbukti beliau sangat semangat untuk mengawal secara langsung perjalanan Gambus Revolusioner Al Badar. Mulai pilihan lagu, proses syuting video klip, lokasi syuting, editing show maupun latihan. Sejak KHR. Ach. Fawaid As’ad memimpin pesantren,  album yang dikelurkan al Badar sudah sampai pada volume 5. Seringkali juga beliau memberikan ruang terhadap santri-santrinya mengembangkan potensinya di bidang seni dengan merekrutnya menjadi personel al Badar maupun melayani kebutuhan-kebutuhannya.

KHR. Ach. Fawaid juga seringkali merekomendasi kegiatan-kegiatan santri di bidang seni maupun sastra. Seperti Sekolah Deklamasi yang diadakan Sanggar Seni Cermin yaitu sekolah khusus untuk santri yang ingin memperdalam cara mendeklamasikan puisi . Pelatihan Kepenulisan Kreatif Santri yang bekerjasama dengan Kerjasama dengan Mata Pena Jogjakarta , dan LESBUMI PBNU. lomba drama, syi’ir  bernada dan puisi setiap menjelang perayaan hari-hari besar Islam dan Hari Besar Pesantren. Lomba Takbir bermusik setiap Hari Raya Idul Adha. Bahkan beliau memimpin takbir menjelang prosesi penyembelihan hewan Qurban dengan diiringi alat musik yang dimainkan para santri pemenang lomba.

Ternyata jejak beliau di bidang kesenian dan sastra juga diikuti oleh sebagian para santrinya. Banyak komunitas-komunitas kesenian dibentuk oleh santri berdasarkan asal daerah. Misalnya Alis Anker (Situbondo), Babond Teater (Bondowoso), Kalimosodo ( Jawa Tengah), Gobank (Bangkalan), Bumi Gora (Lombok), Kapass (Sumenep), Adi Rasa (Raas), Bumi Blambangan (Banyuwangi) dan semacamnya. Tidak cukup komunitas seni berdasarkan asal daerah. Pengurus Pusat IKSASS membentuk komunitas seni yang menampung santri dari berbagai asal daerah yaitu Sanggar Seni Cermin.  Sejumlah karya sastra juga sempat dihasilkan semacam puisi, cerpen, dan syi’ir. Mengenai prestasi di bidang sastra. Salah satu puisi santri yang berjudul “Nyanyian Sepanjang Jalan “ karya Zainul Walid, S. Ag keluar sebagai pemenang juara 1 tingkat nasional di Kintamani Bali. Selain berkarya dan berseni,  para santri juga masih eksis membaca karya sastra para salafunasshaleh semisal Burdah, Barzanji, dan Nadzam Alfiyah.

Berbagai apresiasi terhadap kesenian santri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah sungguh luar biasa, Misalnya apresiasi langsung dari Ketua Umum LESBUMI PBNU Dr. Al Zastrow Ngatawi seusai menjadi juri lomba baca puisi dan syi’iiran dan menikmati pentas seni Drama KHR. As’ad sang Mediator NU di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah beberapa waktu lalu.

Jejak atau tradisi berseni dan bersastra para pengasuh dari pertama sampai ketiga juga berlanjut pada pengasuhke IV  saat ini KHR. Ach. Azaim Ibrahimy. Banyak karya sastra  utamanya puisi yang sudah dihasilkan yang sangat kental dengan nuansa keislaman.Misalnya puisi yang berjudul  Wâjib al-Wujûd

 

Wahai Maha Kekasih

Sungguh, cinta-Mu

tak terdefinisikan logika semesta

Engkaulah Sang Realitas Tertinggi

esensi tak berjenis, tak beragam

tidak pula parsial

Engkaulah subyek setiap cipta,

rasa dan karsa

Bahkan ketika beliau masih menjadi santri, Beliau menyempatkan membuat antologi puisi yaitu Hirup Hembus. Selain itu, ditengah kesibukannya, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy juga menjadi nara sumber pada seminar kesenian dan sastra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>