Wali Santri Jangan Resah

Para wali santri jangan sampai resah memikirkan suksesi di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Para santri jangan gelisah, belajar dengan tenang. Karena Pesantren Sukorejo sudah besar dan pengganti almarhum KHR. Ach. Fawaid As’ad sudah ada, yaitu Ra Azaim.

Begitu pesan KH. Salwa Arifin dari Bondowoso kepada jamaah tahlil di Masjid Ibrahimy, malam Senin tadi. Pesan Kiai Salwa tersebut, sesuai dengan pesan Drs. KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag pada acara prosesi pemakaman Kiai Fawaid. Menurut Kiai Afifuddin, secara kultural Pondok Pesantren Sukorejo dipimpin oleh Kiai Fawaid sebagai pengasuh pesantren. Setelah Kiai Fawaid wafat, pondok pesantren dipimpin secara kolektif kolegial. Namun secara struktural, pondok pesantren sudah lengkap kepengurusannya, yaitu berbentuk yayasan, dan Kiai Fawaid sebagai ketua pembina.
Pada malam kedua tahlilan tersebut, Kiai Salwa memaparkan, bahwa yang berduka cita terhadap meninggalnya Kiai Fawaid bukan hanya manusia, alam pun ikut berduka. Buktinya, sejak Kiai Fawaid meninggal sampai sekarang di sekitar Situbondo selalu mendung.

Menurut Kiai Salwa, Kiai Fawaid bukan hanya membimbing santri di pesantren. Para alumni pun selalu dalam bimbingan dan pantauan Kiai Fawaid. Kiai Fawaid juga termasuk profil yang istiqamah dan ikhlas. Salah satu keistiqamahan beliau, menurut Kiai Salwa, adalah melanggengkan membaca al-Qur’an dan wudhu’. Sedangkan tanda-tandanya Kiai Fawaid seorang yang ikhlas adalah beliau mendatangi undangan walau ke tempat yang terpencil tanpa keluh kesah.

Acara tahlil tersebut didatangi ribuan alumni dan masyarakat. Rencananya, yang memberikan tausiah tahlil malam Selasa nanti adalah KH. Muhyiddin Abd. Shomad, Rois Syuriah PCNU Jember. Malam Rabu, KH. Miftahul Akhyar, Rois Syuriah PWNU Jawa Timur. Malam Kamis, KH. Nur Iskandar, SQ dari Jakarta. Dan malam Jum’at, Drs. Surya Dharma Ali, M.Si, Menteri Agama RI dan KH. Mutawakkil Alallah, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Para takziah tetap membanjiri Sukorejo dari rakyat jelata sampai para tokoh. Di antara tokoh yang datang Ahad kemarin, KH. Nuruddin Abd. Rahim (MUI Jatim), KH. Wahid Zaini (DPR RI), KH. Zaini (ketua forum silaturrahim Madura), Haris (Wabup Bondowoso), Habib Hamid Al-Mukhdar (Bali), H. Musaffa’ Noor (Ketua DPW PPP Jatim), KH. Khalil Muhammad (Sampang), KH. Hasan Bar (Pondok Pesantren Genggong), Khairani, MA (Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Kemenag RI), dan KH. Idris Abd. Hamid (Pasuruan). (sah)