Haul Majemuk Sumber Keberkahan dan Kasih Sayang

SYAMSUL A. HASAN Selasa, 14 Desember 2021 06:21 WIB
1049x ditampilkan Berita

Haul Majemuk dapat menjadi salah satu sumber keberkahan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah.  Kisah-kisah masyayikh dan mengenang orang-orang shalih, termasuk dalam peringatan Haul Majemuk, dapat menjadi lantaran turunnya rahmat atau kasih sayang Allah. Masyayikh Sukorejo, terutama Kiai Syamsul, merupakan simbol keberkahan dan kebaikan. Karena itu, bagi orang awam, supaya hidupnya tetap dalam jalur yang baik dan benar, patokannya mengikuti dawuh-dawuh para kiai; seumpama masyayikh Sukorejo.  

 

Demikian beberapa pernyataan penting dalam acara Haul Majemuk Masyayikh dan Keluarga Besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah serta Peringatan 40 Hari Wafatnya Lora Muhammad Dhafir Al Ibrahimy, tadi malam. Acara tersebut dihadiri oleh Syaikh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani dari Palestina, KH. Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jatim), KH. Muhyiddin Abdus Shomad Jember, para ulama dan Habaib.

 

Menurut Syaikh Ammar, banyak kisah-kisah yang disebut dan diabadikan dalam Al-Qur’an. Bercerita mengenang orang yang shalih dapat menjadi sebab turunnya rahmat Allah. “Karena itu, hendaknya kita niatkan dalam acara haul ini untuk mendapatkan rahmat Allah,” kata Syaikh Ammar.

 

Dalam pandangan Syaikh Ammar, sosok ulama sebagai sumber keilmuan sekaligus tempat untuk mengambil suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seorang santri tidak sekadar belajar apa itu makna sebuah kesabaran dari Kiai Azaim. Seorang santri juga dapat melihat langsung praktik kesabaran Kiai Azaim ketika ditinggal wafat sang anak. Karena itu, pesan Syaik Ammar kepada putranya yang mondok di Sukorejo, agar belajar adab kepada Kiai Azaim.

 

Menurut Syaikh Ammar, di Palestina dulu juga ada tradisi semacam Haul tersebut. Tapi kini terkisis habis karena masuknya beberapa paham.

 

Kiai Marzuki pada malam tersebut banyak menyinggung soal penguatan akidah ahlussunnah wal jamaah. Menurut Kiai Marzuki, bagi orang awam supaya hidupnya terhindar dari kesesatan harus dekat dengan para habaib dan kiai.

Lampiran